Tekan Angka Kematian Ibu, Kodim Batang dan DP3AP2KB Gencarkan KB MOP dan MOW
Suasana pelayanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) di Puskesmas Subah (Foto: Dok. Pendim 0736)
BATANG – Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) akibat risiko melahirkan dan jarak kehamilan yang terlalu dekat masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia. Merespons hal tersebut, Kodim 0736/Batang bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) metode kontrasepsi mantap.
Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Subah ini menargetkan pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) atau Tubektomi, serta Metode Operasi Pria (MOP) atau Vasektomi.
Edukasi Pentingnya Memilih Kontrasepsi
Danramil 01/Subah, Kapten Kav M Purbo S, yang mewakili Dandim 0736/Batang, menekankan bahwa kendala utama di masyarakat saat ini adalah minimnya pemahaman mengenai untung-rugi berbagai metode kontrasepsi.
"Banyak warga belum paham metode mana yang paling tepat untuk kondisi mereka. Edukasi mengenai efek samping dan efektivitas jangka panjang sangat penting agar masyarakat bisa memilih dengan bijak, tidak hanya sekadar ikut-ikutan," ujar Kapten Purbo saat memantau jalannya kegiatan.
Partisipasi Aktif Kaum Pria
Kesadaran akan pentingnya berbagi peran dalam keluarga mulai terlihat. Susanto (43), warga Desa Amongrogo, Kecamatan Limpung, menjadi salah satu peserta MOP.
"Saya kasihan melihat istri sering pusing karena efek samping KB sebelumnya. Jadi saya memutuskan untuk gantian, biar saya saja yang ikut KB MOP demi kesehatan istri," ungkap Susanto dengan mantap.
Sementara itu, Ibu Jariyah (45) dari Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, memilih MOW karena pertimbangan medis. "Saya punya riwayat penyakit kelenjar, jadi dokter tidak menyarankan KB hormonal. MOW jadi pilihan terbaik dan aman bagi saya," tuturnya.
Sinergi Lintas Sektoral
Acara ini berhasil melayani total 31 akseptor dari seluruh wilayah Kabupaten Batang, dengan rincian 25 akseptor MOW dan 6 akseptor MOP. Kegiatan ini turut didukung oleh tenaga medis profesional seperti dr. Rudi H dari RS Panti Wilasa Semarang, Kepala Puskesmas Subah dr. Ida Susilaksmi, serta Kabid KB DP3AP2KB Batang Dra. Martiningsih MM.
Para Babinsa dari jajaran Kodim 0736/Batang juga terlihat aktif mendampingi para akseptor, memastikan warga binaannya mendapatkan pelayanan terbaik demi terwujudnya keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
(Pendim0736/Red)