Nostalgia Lebaran: Saat Musim Tamiya Melanda Batang
Bagi generasi 90-an atau 2000-an di Batang, momen Lebaran tidak hanya soal ketupat dan baju baru. Ada satu fenomena unik yang selalu berulang setiap kali Idulfitri tiba: Musim Tamiya. Masih ingatkah Anda saat uang "sangu" atau THR (Tunjangan Hari Raya) ludes seketika demi menebus mobil balap mini 4WD ini?
Suara dinamo yang mendesing adalah musik terbaik saat Lebaran tiba.
THR Cair, Langsung Gas ke Toko Mainan
Fenomena ini sempat menjamur di berbagai sudut desa dan kota di Kabupaten Batang. Begitu salam tempel terkumpul, anak-anak akan menyerbu penjual mainan dadakan yang biasanya muncul saat musim liburan. Mulai dari merk asli Jepang hingga merk "Auldey" yang lebih ramah di kantong, semuanya laris manis.
Bukan sekadar membeli, keseruannya ada pada proses merakit dan memodifikasi. Mengganti dinamo setan, memotong bumper, hingga memasang akar lentur agar mobil tidak "keluar jalur" saat melaju kencang di lintasan. Momen berkumpul dengan teman sekampung untuk adu kecepatan menjadi kenangan yang tak tergantikan.
Kearifan Lokal Mainan Musiman
Tren mainan di Batang memang sering berganti-ganti, namun Tamiya memiliki tempat tersendiri di hati. Ini mengajarkan kita tentang kreativitas mekanik sejak dini. Meski sekarang zaman sudah beralih ke gadget, kenangan merakit Tamiya di teras rumah saat libur Lebaran tetap menjadi cerita klasik yang asik untuk dikenang.
Kabar Batang Hari Ini: Rindu dengan suasana kota Batang atau ingin mencari info terkini? Kunjungi portal Mbatang.com untuk berita dan cerita terbaru dari daerah kita.
Apakah Anda termasuk salah satu anak Batang yang dulu rela antre di lintasan sewaan demi menguji Tamiya rakitan sendiri? Bagikan kenangan seru Anda di kolom komentar!
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar