Pantura Batang Tak Pernah Mati! Kini Jadi Jalur Asyik untuk Mudik Santai dan Kulineran

Daftar Isi
Suasana lalu lintas di Jalur Pantura Kabupaten Batang
Jalur Pantura Batang yang membentang dari Gringsing hingga Tulis menawarkan pemandangan khas dan kuliner legendaris. (Foto: Dok. Mbatang.com)

BATANG, Mbatang.com – Masih ingatkah Anda dengan suasana Jalur Pantura Batang satu dekade lalu? Kala itu, setiap musim mudik tiba, wilayah ini menjadi "jalur neraka" dengan kemacetan yang mengular hingga berjam-jam.

Namun, sejak beroperasinya Tol Trans Jawa, wajah Pantura Batang berubah drastis. Jalur sepanjang kurang lebih 50 km ini kini bukan lagi jalur yang ditakuti, melainkan menjadi opsi favorit bagi pengendara yang ingin menikmati perjalanan santai (slow travel), berhemat, dan berburu kuliner.

Karakteristik Jalur: Apa yang Berubah?

Secara umum, kondisi aspal di Pantura Batang kini jauh lebih mulus dan lebar (4 lajur). Volume kendaraan pribadi memang berkurang drastis karena beralih ke tol, namun pengendara tetap harus waspada terhadap:

  • Dominasi Truk Besar: Pantura adalah "rumahnya" kendaraan logistik. Hati-hati saat menyalip.
  • Pasar Tumpah: Titik kemacetan lokal masih sering terjadi di area Pasar Subah, Pasar Tulis, dan Pasar Batang (jam berangkat/pulang kerja).
  • Penerangan: Waspada di area Alas Roban saat malam hari karena minim penerangan jalan umum (PJU).
"Lewat Pantura itu kuncinya sabar. Bonusnya, Anda bisa mampir sholat di masjid yang indah, isi bensin tanpa antre, dan makan enak dengan harga murah meriah."
Suasana lalu lintas di Jalur Pantura Kabupaten Batang
Jalur Pantura Batang yang membentang dari Gringsing hingga Tulis menawarkan pemandangan khas dan kuliner legendaris. (Foto: Dok. Mbatang.com)

Kenapa Memilih Lewat Pantura Batang?

Bagi Anda yang bosan dengan jalan tol yang lurus dan monoton, Pantura Batang menawarkan sensasi berbeda:

1. Wisata Kuliner Legendaris

Sepanjang jalan ini bertaburan warung makan enak. Mulai dari Pecel Tulis yang pedas menggigit, Lontong Lemprak di Alun-alun, hingga deretan rumah makan Padang dan Tegal di sepanjang Gringsing-Subah.

2. Pemandangan Alas Roban

Melewati kawasan hutan jati Alas Roban memberikan kesegaran mata tersendiri. Jalanan yang berkelok di antara pepohonan rindang menjadi ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain.

3. Banyak Tempat Istirahat (Rest Area)

Berbeda dengan tol yang Rest Area-nya sering penuh sesak, di Pantura Anda bisa beristirahat di ratusan SPBU yang fasilitasnya lengkap (toilet bersih, mushola, minimarket) kapan saja Anda mau.

Suasana lalu lintas di Jalur Pantura Kabupaten Batang
Jalur Pantura Batang yang membentang dari Gringsing hingga Tulis menawarkan pemandangan khas dan kuliner legendaris. (Foto: Dok. Mbatang.com)

Tips Aman Melintas

Jika Anda memutuskan melewati Jalur Pantura Batang, pastikan kondisi fisik prima. Hindari menyalip truk dari sisi kiri (bahu jalan) karena sangat berbahaya. Nikmati perjalanannya, dan selamat sampai tujuan!

(Redaksi Mbatang.com)

Posting Komentar