Pasar Kembang Gede & Riyoyonan: Tradisi Unik Lebaran di Batang
Suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Batang selalu memiliki cerita tersendiri. H-1 Lebaran adalah puncak kesibukan warga yang dikenal dengan sebutan tradisi Pasar Kembang Gede.
Tradisi ini merupakan kelanjutan dari Pasar Kembang Cilik yang digelar sehari sebelumnya (H-2). Jika Pasar Kembang Cilik adalah pemanasan, maka Pasar Kembang Gede adalah puncak keramaian di mana seluruh warga tumpah ruah ke jalan untuk mempersiapkan kebutuhan hari kemenangan.
Suasana padat merayap di sekitar Pasar Batang saat H-1 Lebaran.
Pusat Keramaian dan Komoditas Khas
Kegiatan ini sudah berlangsung turun-temurun sejak zaman dahulu. Sesuai namanya, komoditas utama yang dicari adalah bunga tabur (kembang setaman) untuk tradisi nyekar ke makam leluhur.
Namun, tak hanya bunga, pasar dadakan ini juga menyediakan paket lengkap kebutuhan Lebaran, mulai dari:
- Janur kuning dan selongsong ketupat.
- Sayur-mayur dan bumbu dapur untuk opor ayam.
- Hingga pakaian dan perlengkapan ibadah.
Lokasi keramaian biasanya berpusat di jalan-jalan protokol seperti Jl. Gajah Mada, Jl. RE Martadinata, hingga Jl. Jenderal Sudirman. Tak jarang, kemacetan menjadi pemandangan yang dimaklumi sebagai bagian dari euforia menyambut Lebaran.
Tradisi Riyoyonan: Pesta Rakyat Usai Salat Ied
Setelah hiruk pikuk Pasar Kembang Gede usai, keesokan harinya warga Batang menyambut hari kemenangan dengan tradisi lain yang tak kalah unik, yaitu Riyoyonan.
Riyoyonan adalah agenda rutin tahunan berupa makan bersama (kenduri) yang dilaksanakan tepat setelah jemaah selesai menunaikan Salat Idul Fitri. Biasanya acara ini digelar di serambi masjid atau musala kampung setempat.
Rangkaian acaranya meliputi:
- Pembukaan dengan doa bersama dan tahlil singkat.
- Saling bersalaman dan bermaaf-maafan antar tetangga.
- Makan bersama dengan sistem "Potluck" (setiap warga membawa satu menu makanan/nampan dari rumah untuk dinikmati bersama).
Tradisi Riyoyonan ini menjadi simbol perekat tali silaturahmi, memastikan bahwa di hari yang fitri, tidak ada tetangga yang kelaparan dan semua merasakan kegembiraan yang sama.
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar