Misteri Alun-Alun Batang: Mitos "Nglinding" dan Ritual Cari Jodoh saat Malam Kliwonan

Daftar Isi

Alun-Alun Kabupaten Batang bukan sekadar ruang terbuka hijau biasa. Setiap malam Jumat Kliwon, jantung kota ini berdenyut lebih kencang, memancarkan aura yang merupakan percampuran antara keramaian pasar malam dan sisa-sisa kepercayaan mistis masa lalu.

Jika artikel sebelumnya kita membahas sejarahnya, kali ini mari kita bedah lebih dalam mengenai mitos-mitos spesifik yang melekat pada tanah lapang di pusat kota Batang ini. Apa saja ritual yang pernah (dan mungkin masih) dipercaya oleh sebagian masyarakat?

Pohon beringin di Alun-Alun Batang saat Kliwonan
Suasana Alun-Alun Batang yang menyimpan sejuta cerita setiap malam Jumat Kliwon.

1. Tradisi "Nglinding" (Berguling) untuk Kesembuhan

Mitos paling fenomenal yang identik dengan Kliwonan di Alun-Alun Batang adalah tradisi Nglinding. Konon, pada zaman dahulu, masyarakat percaya bahwa rumput dan tanah di Alun-Alun Batang memiliki tuah penyembuhan pada malam Jumat Kliwon.

Orang-orang yang menderita berbagai penyakit akan datang, lalu melakukan ritual berguling-guling (nglinding) dari satu sisi alun-alun ke sisi lainnya. Mereka percaya energi positif yang ditinggalkan oleh leluhur Batang (Ki Bahurekso) saat bertapa di lokasi tersebut mampu menjadi perantara kesembuhan penyakit medis maupun non-medis.

Suka Cerita Misteri? Batang menyimpan banyak kisah tak terduga. Telusuri koleksi artikel kami di kategori Mitos dan Misteri Batang.

2. Mitos Cari Jodoh dan Cuci Muka

Selain penyembuhan, Alun-Alun Batang saat Kliwonan juga lekat dengan mitos "Enteng Jodoh". Ada kepercayaan lawas yang menyebutkan bahwa jika seseorang (lajang) membeli bunga sedap malam atau membasuh muka dengan air yang dijual/disediakan di area tertentu sekitar alun-alun saat malam Kliwonan, maka auranya akan terpancar dan jodohnya akan didekatkan.

Meski kini terdengar seperti takhayul, tak jarang muda-mudi menjadikan momen Kliwonan sebagai ajang "tebar pesona" (TP) atau mencari kenalan baru di tengah keramaian pasar.

3. Beringin Kurung dan Aura Magis

Keberadaan pohon beringin tua di kawasan Alun-Alun juga menambah nuansa sakral. Bagi para praktisi spiritual atau Kejawen, malam Jumat Kliwon di Alun-Alun Batang adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa, membakar kemenyan, atau merawat pusaka, karena dianggap sebagai malam yang "membuka gerbang" energi spiritual.

"Antara rasionalitas zaman modern dan kepercayaan leluhur, Kliwonan tetap menjadi fenomena budaya yang menarik untuk diamati."

Alun-Alun kini telah bersolek menjadi lebih modern. Lihat wajah baru pusat kota ini di artikel Destinasi Wisata Kota Batang yang nyaman untuk keluarga.

Kliwonan Hari Ini

Kini, ritual Nglinding mungkin sudah sangat jarang—atau bahkan tidak lagi—kita temui secara terbuka. Alun-Alun Batang telah bertransformasi menjadi pusat hiburan rakyat yang dipenuhi pedagang pakaian, kuliner, dan wahana permainan.

Namun, cerita tutur tentang mitos-mitos tersebut tetap hidup, menjadi bumbu penyedap yang membuat Tradisi Kliwonan Batang berbeda dari pasar malam di kota-kota lain.

Dapatkan informasi terupdate seputar kegiatan warga dan pemerintahan di Kabar Berita Batang.

Apakah Anda pernah mendengar cerita dari kakek-nenek tentang orang yang "Nglinding" di Alun-Alun? Atau Anda punya pengalaman unik sendiri saat Kliwonan? Bagikan di kolom komentar!

Posting Komentar