Mengenang Legenda Kolam Renang Nganjir Batang: Dari Ikon Patung Kingkong hingga Beralih Fungsi Jadi Dapur MBG
Bagi masyarakat Kab Batang, khususnya generasi 90-an hingga 2000-an, nama Kolam Renang Nganjir pasti memiliki tempat tersendiri dalam memori masa kecil. Terletak di perbatasan antara Watusalit dan Karanganyar, destinasi ini pernah menjadi primadona wisata air yang paling merakyat pada masanya.
Setiap musim liburan tiba, baik libur sekolah maupun Lebaran, jalanan menuju lokasi ini dipastikan macet total. Namun, roda zaman terus berputar. Kini, riuh rendah suara anak-anak yang bermain air di sana telah berganti wajah. Artikel ini akan mengajak Anda bernostalgia mengenang masa kejayaan Kolam Renang Nganjir hingga transformasi terbarunya yang mengejutkan.
Masa Kejayaan: Wisata "Penuh Sesak" yang Legendaris
Dulu, Kolam Renang Batang Indah atau yang lebih akrab disebut warga lokal sebagai Kolam Renang Nganjir adalah definisi dari wisata murah meriah. Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per orang, tempat ini menjadi solusi hiburan bagi semua kalangan ekonomi.
Saking populernya, suasana di dalam kolam renang seringkali digambarkan "seperti cendol". Pengunjung penuh sesak, baik di dalam air maupun di area tunggu. Bahkan, untuk sekadar berenang menggerakkan tangan saja sulit karena padatnya manusia. Namun, justru di situlah letak keseruannya. Antusiasme masyarakat dari berbagai penjuru, mulai dari Bandar, Wonotunggal, hingga pusat kota, tumpah ruah di sini.
Ikon Patung Kingkong dan Memori Kolektif
Salah satu hal yang paling ikonik dan sulit dilupakan dari Kolam Renang Nganjir adalah keberadaan Patung Kingkong. Patung ini menjadi landmark tidak resmi yang selalu diingat oleh anak-anak yang pernah berkunjung ke sana.
Selain patung tersebut, daya tarik utamanya adalah aksesibilitas. Berbeda dengan kolam renang modern yang mungkin mematok harga tiket puluhan ribu rupiah, Nganjir menawarkan kesederhanaan. Meski fasilitasnya sederhana, kebahagiaan berkumpul bersama keluarga sambil menyantap bekal dari rumah adalah kemewahan tersendiri bagi warga Batang kala itu.
Sisi Lain: Masalah Perawatan dan Kebersihan
Di balik popularitasnya, harus diakui bahwa pengelolaan Kolam Renang Nganjir memiliki tantangan tersendiri, terutama di tahun-tahun terakhir sebelum penutupannya. Karena jumlah pengunjung yang membludak (overcapacity) dan sistem filtrasi yang mungkin belum secanggih kolam renang modern, kualitas air sering menjadi keluhan.
Banyak pengunjung yang mengeluhkan air kolam yang keruh dan kotor, terutama saat siang hari ketika pengunjung sedang ramai-ramainya. Kurangnya perawatan fasilitas umum juga menjadi catatan tersendiri. Mungkin ini pula yang menjadi salah satu faktor mengapa perlahan eksistensinya mulai meredup seiring munculnya alternatif wisata air baru di Batang yang lebih bersih dan modern.
Informasi mengenai kondisi kolam ini juga sempat didiskusikan secara aktif oleh warganet, salah satunya melalui kiriman Saudara Afnan Thevirtuous di grup Facebook Batang Berkembang, yang menjadi wadah berbagi informasi warga Batang.
Babak Baru: Tutup Permanen dan Alih Fungsi
Kini, cerita tentang keramaian dan hiruk-pikuk di Nganjir tinggal kenangan. Bagi Anda yang berencana untuk mengajak keluarga bernostalgia berenang di sini, Anda harus mengurungkan niat tersebut.
Kolam Renang Nganjir kini telah TUTUP PERMANEN.
Namun, lahan bekas kolam renang ini tidak dibiarkan mangkrak begitu saja. Kabar terbaru yang sangat positif adalah lokasi ini telah dialihfungsikan untuk mendukung program pemerintah. Bekas area wisata ini sekarang telah disulap menjadi Dapur Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Apa itu Dapur MBG?
Dapur MBG merupakan fasilitas strategis yang dibangun untuk mendukung program pemberian makanan bergizi gratis bagi anak sekolah dan kelompok rentan. Transformasi dari tempat rekreasi menjadi pusat gizi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan krusial bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Batang.
Meskipun Kolam Renang Nganjir telah tiada, kenangannya tetap abadi. Jika Anda mencari alternatif wisata air lainnya di Batang yang masih beroperasi, Anda bisa mencari informasinya di direktori wisata Batang.
Selamat tinggal Nganjir, selamat datang Dapur MBG. Semoga perubahan fungsi ini membawa keberkahan bagi masyarakat Batang.
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar