Kilas Balik: Kehebohan Peledakan Ranjau Laut di Pantai Batang Tepat di Hari Valentine

Daftar Isi

Tanggal 14 Februari biasanya identik dengan perayaan kasih sayang atau Valentine. Namun, berbeda bagi warga Kabupaten Batang pada tahun 2013 silam. Tepat pada tanggal 14 Februari 2013, suasana kota justru dicekam ketegangan akibat rencana peledakan (disposal) sebuah benda asing yang diduga kuat sebagai sisa peninggalan Perang Dunia II.

Kabar ini sempat menjadi pembicaraan panas di berbagai Info Berita Batang dan grup komunitas Facebook, memicu spekulasi liar mulai dari isu tsunami hingga perintah evakuasi massal.

Kronologi Penemuan Ranjau Laut

Proses Peledakan Ranjau Laut di Pantai Batang 2013
Dokumentasi kepulan asap saat peledakan ranjau di area pantai.

Objek yang menghebohkan tersebut pertama kali ditemukan di kawasan Pantai Denasari (sekitar area Segolok/Slamaran) pada Sabtu, 12 Januari 2013. Benda logam bulat besar tersebut diidentifikasi sebagai Ranjau Laut (Sea Mine). Karena kondisinya yang dinilai masih aktif dan berbahaya, Tim Gegana dan TNI AL memutuskan untuk melakukan pemusnahan (peledakan) yang dijadwalkan sebulan kemudian, tepatnya pada hari Kamis, 14 Februari 2013.

Viral: Isu Tsunami hingga Evakuasi Warga

Sebelum hari eksekusi peledakan, media sosial Facebook warga Batang dibanjiri kepanikan. Kurangnya informasi resmi yang mendetail membuat rumor berkembang cepat. Berikut adalah rangkuman percakapan warga yang sempat terekam di Grup "Batang Berkembang" dan "Mbangun Batang Yuk" kala itu:

Kepanikan & Rumor Evakuasi:
"Awas ada bom, diharap mengungsi secepatnya... Pos 1 Ujungnegoro, Pos 2 Bandar... tolong sebarkan jika sayang teman," tulis akun Vijay Setiaku menggambarkan suasana genting saat itu.

"Ranjau laut rencana akan diledakkan besok jam 08.00, dimohon warga tidak mengaktifkan elektronik dan akan ada pemadaman listrik," tambah akun Nupha yang mengutip kabar dari RT setempat.

Isu Tsunami:
Akun ArdyBendol sempat mengungkapkan kekhawatirannya, "Malah ada sing ngomong bisa menimbulkan Tsunami..." Hal ini wajar mengingat lokasi peledakan berada di bibir pantai.

Ketidakjelasan informasi membuat banyak warga yang tinggal dalam radius 1-3 KM dari pantai (seperti Kasepuhan dan sekitarnya) merasa was-was. Namun, pihak berwenang saat itu, sebagaimana dikutip oleh akun Pprpg Mapala Ribat, menegaskan bahwa dampak ledakan ke udara hanya berkisar 300-500 meter dan tidak akan menimbulkan kerusakan fatal pada pemukiman jika prosedur keamanan dipatuhi.

Akhir dari "Bom Valentine"

Pada akhirnya, TNI AL memutuskan untuk meledakkan ranjau tersebut di darat (area aman sekitar pantai) untuk meminimalisir dampak gelombang air laut. Proses pemusnahan berjalan lancar meski suaranya menggelegar hingga terdengar ke pusat kota.

Peristiwa "Bom Valentine" ini menjadi pelajaran berharga bagi warga Batang tentang pentingnya menyaring informasi. Pantai di Batang memang memiliki sejarah panjang. Bagi Anda yang ingin menikmati suasana pantai yang kini sudah aman dan indah, silakan cek daftar Wisata Pantai di Batang yang wajib dikunjungi.

Selain itu, peristiwa ini juga membuktikan solidnya komunikasi warga Batang melalui komunitas daring. Untuk mengetahui topik apa yang sedang hangat dibicarakan warga saat ini, Anda bisa menyimak rubrik Komunitas Batang terbaru.

Posting Komentar