Mengenal PS Pagilaran, Skuad Sepak Bola Kebanggaan di Puncak Batang
BLADO – Sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan denyut nadi yang menyatukan warga, tak terkecuali di dataran tinggi Kabupaten Batang. Di tengah hamparan hijau Agrowisata Pagilaran yang sejuk, berdiri sebuah kesebelasan yang menjadi wadah semangat pemuda setempat: Persatuan Sepak Bola (PS) Pagilaran.
Berbeda dengan tim-tim di pesisir pantura, PS Pagilaran memiliki tantangan dan keunikan tersendiri. Markas mereka berada di ketinggian, di mana oksigen lebih tipis dan kabut seringkali turun menyelimuti lapangan tanpa permisi.
Fisik Ditempa Alam Pegunungan
Para punggawa PS Pagilaran terbiasa berlatih dalam kondisi cuaca ekstrem. Suhu dingin dan kontur geografis Kecamatan Blado yang berbukit-bukit secara alami membentuk stamina fisik pemain yang prima.
Tak heran jika tim ini kerap menjadi "Kuda Hitam" yang menyulitkan lawan-lawan dari dataran rendah saat berlaga di turnamen antarkampung (Tarkam) maupun kompetisi lokal di wilayah Batang.
Wadah Regenerasi Pemuda Desa
Kehadiran PS Pagilaran lebih dari sekadar klub hobi. Klub ini memiliki peran vital di masyarakat:
- Pembinaan Usia Dini: Menjadi kawah candradimuka bagi talenta muda Desa Pagilaran.
- Kegiatan Positif: Menjauhkan generasi muda dari pergaulan negatif lewat disiplin olahraga.
- Hiburan Rakyat: Menjadi tontonan gratis yang menghibur warga desa di akhir pekan.
"Lapangan hijau di tengah kebun teh itu akan terus menjadi saksi bisu perjuangan, keringat, dan sorak sorai kebanggaan warga Pagilaran."
Harapan untuk Sepak Bola Batang
Sejarah mencatat, gairah sepak bola di kawasan perkebunan teh ini sudah ada sejak lama. Dukungan warga yang fanatik—mulai dari buruh pemetik teh hingga tokoh masyarakat—selalu menjadi "pemain ke-12" yang setia.
Sebagai bagian dari ekosistem sepak bola Kabupaten Batang, besar harapan agar PS Pagilaran terus eksis dan suatu saat nanti mampu melahirkan talenta yang bisa menembus skuad utama Persibat Batang.
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar