Roban Angels: Pesona & Semangat Bidadari Tribun Persibat Batang
Sepak bola seringkali identik dengan olahraga kaum adam yang keras dan maskulin. Namun, di Kabupaten Batang, stigma itu perlahan luntur. Jika Anda berkunjung ke Stadion M. Sarengat saat Persibat Batang berlaga, Anda tidak hanya akan melihat lautan pria berbaju merah.
Di antara riuh rendah nyanyian Roban Mania dan Brigata Ultras Roban, hadir pula paras-paras manis yang tak kalah lantang menyuarakan dukungan. Mereka adalah para srikandi tribun, atau sering dijuluki sebagai Roban Angels. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa cinta pada Laskar Alas Roban tidak memandang gender.
1. Bukan Sekadar Pemanis Tribun
Mungkin ada anggapan bahwa perempuan datang ke stadion hanya untuk "cuci mata" atau sekadar ikut-ikutan tren (FOMO). Namun, bagi para suporter wanita di Batang, sepak bola adalah panggilan hati.
Mereka rela berpanas-panasan, membeli tiket dengan uang saku sendiri, dan berdiri selama 90 menit demi mendukung tim kebanggaan daerah. Kehadiran mereka justru memberikan kesejukan di tengah atmosfer pertandingan yang seringkali memanas. Tak jarang, kehadiran kaum hawa ini meredam potensi gesekan antar suporter karena suasana menjadi lebih cair dan kekeluargaan.
2. Ekspresi Fashion dan Kreativitas
Satu hal yang menarik dari kehadiran suporter wanita adalah kreativitas dalam berpenampilan. Tanpa meninggalkan identitas warna kebesaran Persibat (Merah atau Hitam), mereka tetap tampil stylish dan sopan.
- Atribut Lengkap: Mulai dari syal (scarf), jersey original, hingga stiker pipi.
- Kekompakan: Seringkali mereka datang berkelompok dengan teman sekolah atau rekan kerja, menciptakan pemandangan tribun yang lebih berwarna.
- Dokumentasi: Lewat media sosial, mereka kerap membagikan momen di stadion yang secara tidak langsung ikut mempromosikan Persibat Batang ke dunia luar.
"Stadion M. Sarengat adalah rumah bagi siapa saja yang mencintai Batang, termasuk kami para perempuan."
3. Bagian Penting dari Sejarah Persibat
Loyalitas Roban Angels telah teruji waktu. Baik saat Persibat berada di kasta tertinggi maupun saat harus berjuang di liga bawah, mereka tetap setia hadir. Ini membuktikan bahwa fanatisme suporter Batang sudah mendarah daging.
Mereka adalah bagian integral dari "Pemain ke-12". Suara sopran mereka berpadu harmonis dengan suara bariton para suporter pria, menciptakan simfoni dukungan yang menggetarkan mental lawan di Stadion M. Sarengat.
Penutup
Kehadiran suporter wanita di Batang adalah aset berharga bagi klub. Mereka membawa citra positif bahwa sepak bola adalah hiburan rakyat yang aman, nyaman, dan bisa dinikmati oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga wanita dewasa.
Jadi, bagi para wanita Batang yang belum pernah ke stadion, jangan ragu untuk datang. Rasakan euforianya dan jadilah bagian dari sejarah Laskar Alas Roban!
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar
Salam PERSIBAT Saklawase