Pesona Mistis Tari Lengger Pagilaran: Simbol Warna dan Atraksi Magis di Batang
Atraksi Tari Lengger di kawasan agrowisata Pagilaran, Batang.
Kesenian daerah di Kabupaten Batang menyimpan daya tarik yang luar biasa, salah satunya adalah Tari Lengger yang sering dipentaskan di kawasan agrowisata Pagilaran. Tarian ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah pertunjukan budaya yang sarat akan simbolisme dan nuansa mistis yang kental.
Filosofi Warna dan Karakter Penari
Salah satu keunikan utama dari Tari Lengger Pagilaran terletak pada kostum dan topeng yang dikenakan oleh para penari laki-laki. Berdasarkan pengamatan mendalam, setiap warna seragam yang dikenakan bukanlah pilihan acak, melainkan cerminan dari watak atau karakter sang penari.
- Warna Merah: Melambangkan karakter yang agresif, berani, dan penuh semangat membara.
- Warna Kuning: Merepresentasikan kelembutan gerakan dan sifat yang lebih halus.
- Warna Biru: Menyimbolkan ketenangan, kedamaian, dan gerakan yang lebih kalem.
Perbedaan warna ini menciptakan harmoni visual yang indah sekaligus bercerita tentang keberagaman sifat manusia dalam satu panggung pertunjukan.
Atraksi Magis: Menari di Atas Kendi
Selain keindahan visualnya, Tari Lengger di Batang juga dikenal dengan atraksi akrobatik yang berbalut nuansa magis. Dalam beberapa adegan, penari tidak hanya menari di lantai, tetapi juga melakukan atraksi menaiki kendi (teko tanah liat) tanpa memecahkannya.
Atraksi Tari Lengger di kawasan agrowisata Pagilaran, Batang.
Atraksi Tari Lengger di kawasan agrowisata Pagilaran, Batang.
Atraksi Tari Lengger di kawasan agrowisata Pagilaran, Batang.
Atraksi Tari Lengger di kawasan agrowisata Pagilaran, Batang.
Atraksi Tari Lengger di kawasan agrowisata Pagilaran, Batang.
Atraksi Tari Lengger di kawasan agrowisata Pagilaran, Batang.
Ada pula momen di mana penari disunggi (digendong di bahu) sambil tetap menari dengan luwes dan gembira. Suasana semakin terasa sakral dengan adanya sesajian lengkap dan pembacaan mantra-mantra khusus oleh sesepuh adat. Konon, mantra ini bertujuan untuk memanggil "indang" atau roh seni, sehingga tak jarang penari terlihat seperti sedang mengalami trance (kesurupan) namun tetap terkontrol dalam irama gamelan.
Jelajahi Budaya Batang Lainnya
Ingin tahu lebih banyak tentang kekayaan budaya dan destinasi menarik di sekitar kita? Simak informasi lengkap seputar Kesenian Daerah lainnya hanya di mBatang.com.
Kontributor foto dan cerita: Tri Ajie Sanjaya & Agustin Ayunk.
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar