Arsip Peristiwa: Gempa Dieng 4,8 SR Guncang Bawang dan Blado, Ribuan Warga Mengungsi (2013)
Kabupaten Batang memiliki sejarah kerawanan bencana yang perlu diingat sebagai pelajaran mitigasi, salah satunya adalah dampak dari aktivitas vulkanik Dataran Tinggi Dieng.
Pada tanggal 19-20 April 2013 silam, wilayah Kabupaten Batang bagian selatan, khususnya Kecamatan Bawang dan Blado, terguncang gempa tektonik berkekuatan 4,8 Skala Richter (SR). Berikut adalah arsip dokumentasi peristiwa tersebut.
1. Kronologi dan Jumlah Pengungsi
Gempa yang berpusat di kawasan pegunungan Dieng, Kabupaten Banjarnegara tersebut berdampak signifikan hingga ke wilayah perbatasan Batang. Kepala Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Batang saat itu, Agung Wisnu Barata, melaporkan bahwa setidaknya 1.254 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Data sebaran pengungsi saat kejadian (Sabtu, 20/4/2013) tercatat sebagai berikut:
- Kecamatan Bawang: Sebanyak 897 warga dari Desa Pranten mengungsi di Kantor Kecamatan dan Balai Desa.
- Kecamatan Blado: Sebanyak 357 warga Desa Gerlang memilih bertahan di lapangan terbuka karena trauma akan gempa susulan.
2. Dampak Fisik dan Penanganan Medis
Guncangan gempa mengakibatkan satu rumah warga dilaporkan roboh. Selain kerusakan materiil, tim medis dari Puskesmas Bawang juga bekerja keras menangani korban luka.
Bidan Puskesmas Bawang kala itu, Daryati, menuturkan adanya warga yang mengalami patah tulang akibat terjatuh saat panik menyelamatkan diri. "Petugas kesehatan disiagakan penuh di Balai Desa Candi Gugur dan Desa Bawang untuk memantau kondisi pengungsi," ujarnya.
3. Bahaya Ikutan: Gas Beracun
Selain guncangan tanah, bahaya lain yang mengintai kawasan Kecamatan Bawang (khususnya Pranten yang berbatasan langsung dengan kawah Dieng) adalah potensi keluarnya gas beracun.
Meskipun petugas telah melarang warga untuk kembali ke zona bahaya, beberapa warga sempat nekat pulang sebentar untuk mengecek kondisi ternak dan rumah mereka. Pemerintah Kabupaten Batang pun segera menyalurkan bantuan logistik berupa beras dan mie instan untuk menjamin kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya solidaritas. Komunitas lokal seperti Grup Batang Berkembang saat itu turut aktif menggalang bantuan dan terjun langsung ke lokasi pengungsian. Semoga bencana serupa tidak terulang kembali dan kita selalu diberi keselamatan.
Sumber referensi: Solopos (20/4/2013) & Arsip mBatang.com