Tokoh Pers Dunia dari Karangasem: Profil Goenawan Mohamad, Putra Kebanggaan Batang

Daftar Isi

Dunia jurnalistik dan kesusastraan Indonesia mencatat satu nama besar yang pengaruhnya diakui hingga ke tingkat internasional: Goenawan Soesatyo Mohamad. Namun, di balik nama besarnya di ibu kota, tersimpan sebuah fakta membanggakan bahwa sosok intelektual ini adalah putra asli daerah kita, yang lahir di Karangasem, Kabupaten Batang.

Profil Goenawan Mohamad, Putra Kebanggaan Batang

Lahir pada 29 Juli 1941, pria yang akrab disapa GM ini bukan hanya dikenal sebagai pendiri Majalah Tempo, tetapi juga adik dari dr. Kartono Mohamad (mantan ketua IDI). Perjalanan hidupnya dari Batang hingga menjadi tokoh pers dunia adalah inspirasi nyata bagi generasi muda daerah.

Jejak Pendidikan: Dari Batang Menuju Ibu Kota

Masa kecil Goenawan Mohamad dihabiskan di lingkungan Jawa Tengah yang kental. Ia menempuh pendidikan dasar di tanah kelahirannya sebelum akhirnya merantau untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi. Berikut adalah riwayat pendidikan beliau:

  • SR Negeri Parakan, Batang (Lulus 1953)
  • SMP Negeri II Pekalongan (Lulus 1956)
  • SMA Negeri Pekalongan (Lulus 1959)
  • Fakultas Psikologi UI Jakarta (Tidak selesai)

Semangat beliau dalam menuntut ilmu mencerminkan karakter orang Batang yang gigih. Jika Anda ingin mengetahui tokoh-tokoh inspiratif lainnya dari daerah ini, Anda bisa menelusuri arsip kami tentang Tokoh dan Sosok Batang yang telah berkiprah di kancah nasional.

Karier Jurnalistik: Membangun Raksasa Media

Nama Goenawan Mohamad menjadi legenda hidup karena peran sentralnya dalam mendirikan dan membesarkan Majalah TEMPO pada tahun 1971. Tulisan-tulisannya dalam rubrik Catatan Pinggir (Caping) menjadi bacaan wajib kaum intelektual Indonesia selama puluhan tahun.

Sebelum memimpin Tempo, beliau telah malang melintang di berbagai media:

  • Redaktur Harian KAMI (1969-1970)
  • Redaktur Majalah Horison (1969-1974)
  • Pemimpin Redaksi Majalah Ekspres (1970-1971)
  • Pemimpin Redaksi Majalah Swasembada (1985)
[Tempatkan Foto Goenawan Mohamad di sini dengan Alt Text: Goenawan Mohamad Tokoh Pers Asal Batang]

Karya Sastra dan Penghargaan Internasional

Selain sebagai wartawan, GM adalah penyair dan esaiwan yang tajam. Karya-karyanya seperti Parikesit (1973) dan Potret Seorang Penyair Muda sebagai Si Malin Kundang (1974) menjadi referensi penting sastra Indonesia. Kepiawaiannya dalam mengolah kata sering kali dikaitkan dengan kekayaan budaya Jawa yang ia bawa dari kampung halamannya.

Prestasi Dunia:
Dedikasinya pada kebebasan berpendapat diganjar berbagai penghargaan bergengsi, antara lain International Press Freedom Award (1998) dari CPJ dan International Editor of the Year Award (1999) dari World Press Review, Amerika Serikat.

Belajar dari sosok GM, literasi dan pendidikan adalah kunci kemajuan. Bagi pembaca mBatang yang peduli dengan perkembangan pendidikan lokal, simak ulasan kami mengenai M Sarengat Batang saat ini.

Warisan untuk Generasi Penerus

Goenawan Mohamad membuktikan bahwa seseorang dari kota kecil seperti Batang mampu mengguncang dunia dengan pena dan pemikiran. Ia adalah simbol perlawanan terhadap pembredelan pers dan ikon kebebasan berekspresi.

Terus ikuti profil tokoh dan perkembangan berita terkini seputar Kabupaten Batang hanya di mBatang.com.

Posting Komentar