Drama Penyergapan Terduga Teroris di Limpung dan Subah oleh Densus 88
BATANG – Wilayah Kabupaten Batang, khususnya Kecamatan Limpung dan Subah, pernah menjadi sorotan nasional pada tahun 2013 silam. Kala itu, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan operasi penyisiran besar-besaran untuk memburu jaringan terduga teroris yang bersembunyi di kawasan tersebut.
Peristiwa ini menjadi catatan sejarah penting bagi keamanan wilayah. Berikut adalah rekam jejak peristiwa menegangkan yang sempat menggegerkan warga Batang tersebut yang kami rangkum kembali.
Kronologi Penyisiran di Limpung
Operasi senyap namun tegas ini berlangsung pada hari Kamis, 9 Mei 2013. Sekitar pukul 10.30 WIB, tim Densus 88 mulai bergerak menyisir sejumlah titik yang dicurigai sebagai sarang persembunyian.
Fokus utama penyisiran berawal di Desa Sempu, Kecamatan Limpung. Di lokasi ini, petugas memeriksa sebuah bekas tempat kos serta area sekitar Jalan Raya Babadan. Langkah taktis ini diambil menyusul adanya penangkapan terhadap dua terduga teroris sebelumnya, di mana salah satu di antaranya dilaporkan tewas ditembak petugas karena melakukan perlawanan yang membahayakan.
Pergerakan Menuju Subah
Tidak berhenti di Limpung, perburuan berlanjut ke wilayah tetangga, yakni Desa Kemiri Timur, Kecamatan Subah. Berdasarkan laporan masyarakat dan data intelijen, tim bergerak cepat ke kawasan Gagatan.
Meskipun saat penyergapan di Kemiri Timur target utama sudah tidak berada di tempat, petugas menemukan jejak-jejak aktivitas yang mencurigakan. Di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat pertemuan (meeting) pada malam sebelumnya, ditemukan sisa-sisa logistik berupa:
- Botol air mineral bekas pakai
- Bungkus sisa makanan (lontong)
- Barang-barang pribadi lainnya
Selain itu, tim Densus 88 juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti krusial, antara lain satu unit sepeda motor, puluhan pasang pelat nomor kendaraan, serta bahan-bahan yang diduga sebagai material bom molotov.
Konfirmasi Pihak Kepolisian
Menanggapi hiruk-pikuk yang terjadi di wilayahnya saat itu, pihak Polres Batang membenarkan adanya aktivitas dari tim antiteror Mabes Polri.
"Penyisiran sejumlah lokasi itu kemungkinan keterkaitan dengan penangkapan dua terduga teroris di Kecamatan Limpung," ujar AKP Makhsus, yang saat itu menjabat sebagai Kasubag Humas Polres Batang, mewakili Kapolres AKBP Widi Atmoko.
Sekitar pukul 13.00 WIB pada hari yang sama, diperoleh informasi bahwa jenazah terduga teroris yang tewas dalam penyergapan langsung dibawa menuju Jakarta melintasi jalur Pantura Batang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Penulis: Tim Redaksi mBatang | Sumber: Arsip Berita 2013