Batang Cetak Sejarah Gelar Festival Anggaran Pertama di Indonesia
Membuka lembaran sejarah birokrasi di Kabupaten Batang, tahun 2014 menjadi saksi bisu sebuah gebrakan besar dalam hal transparansi publik. Pada masa pemerintahan Bupati Yoyok Riyo Sudibyo dan Wakil Bupati H. Soetadi, Batang berani menggelar acara bertajuk "Festival Anggaran".
Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 12-14 Februari 2014 ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah pertanggungjawaban moral pemerintah kepada rakyatnya. Tidak heran jika inisiatif ini tercatat sebagai yang pertama kali di Indonesia.
Arsip Foto: Poster publikasi Festival Anggaran yang menjadi simbol transparansi APBD Batang.
Buka-bukaan: Sukses dan Gagal Tetap Dipamerkan
Dalam rapat persiapan kala itu, Wakil Bupati Batang, H. Soetadi, SH, MM, menegaskan bahwa festival ini adalah bentuk akuntabilitas pengelolaan APBD 2013. Uniknya, pameran ini tidak hanya menampilkan keberhasilan pembangunan.
"Kalau yang belum berhasil dalam pengerjaan proyek harus diberikan apa alasannya dan siapa rekanannya. Hal tersebut harus dijelaskan semuanya agar masyarakat tahu permasalahannya," tegas Soetadi dalam arsip rapat di Aula Kantor Bupati.
Tujuannya jelas, agar nilai rapor kinerja Pemkab Batang yang saat itu dinilai "C" (31,6) oleh Kemenpan-RB bisa terdongkrak naik melalui partisipasi aktif masyarakat yang kritis bertanya di stan SKPD.
Dihadiri Tokoh Nasional hingga Didi Kempot
Skala acara ini tidak main-main. Phultoni, selaku Ketua Unit Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (UPKP2) saat itu menjelaskan deretan tokoh penting yang dijadwalkan hadir:
- Menteri Keuangan RI: Dr. M. Chatib Basri, SE, MM (Membuka Acara).
- Keynote Speech: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
- Narasumber KPK: Dr. Bambang Widjojanto, SH, LLM (Wakil Ketua KPK).
- Narasumber BPK: Hasan Bisri, SE, MM (Wakil Ketua BPK RI).
- Pengamat Korupsi: Danang Widoyoko (Koordinator ICW).
Selain diskusi berat mengenai anggaran, acara ini juga dirancang merakyat dengan hiburan dari maestro Campursari, Didi Kempot, yang memeriahkan suasana.
Menuju Pemerintahan Terbuka (Open Government Partnership)
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk pencanangan komitmen menuju Open Government Partnership (OGP). Fokus utamanya adalah publikasi dokumen anggaran (RKA-SKPD) dan inisiasi keterbukaan dalam sidang komisi DPRD.
Dalam sesi seminar bertema "Potensi dan Tantangan Implementasi Pemerintahan Terbuka", turut hadir Tara Hidayat (Deputi IV UKP4), Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, Ilham B. Saenong (TII), dan tokoh masyarakat AS Burhan (Laskar Batang).
Mantan Kepala Kejaksaan Negeri, Sukardi, yang saat itu menjadi Penasihat Hukum Bupati mengingatkan betapa vitalnya persiapan acara ini. "Kegiatan ini merupakan yang pertama di Indonesia, maka harus dipersiapkan dengan betul. Jangan sampai menjadi bumerang," pesannya kala itu.
Semoga arsip sejarah ini menjadi pengingat bahwa Batang pernah menjadi pionir transparansi anggaran di level nasional.