Momen Bersejarah Pertemuan 4 Raja Nusantara dan Pesta Rakyat yang Memukau
Batang – Sejarah mencatat bahwa perayaan Hari Jadi (HUT) Kabupaten Batang ke-48 pada tahun 2014 silam merupakan salah satu perhelatan budaya termegah yang pernah diselenggarakan di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Bukan sekadar pawai biasa, acara bertajuk Kirab Budaya dan Pusaka tersebut menjadi magnet nasional karena dihadiri oleh tokoh-tokoh agung dari berbagai kesultanan di Indonesia.
Puncak acara yang digelar di Alun-alun Kabupaten Batang ini menjadi saksi bisu pertemuan bersejarah antara pemimpin daerah dengan para raja nusantara. Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan protokol, antusias menyaksikan iring-iringan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi lokal sekaligus penghormatan terhadap leluhur.
Kehadiran Istimewa Empat Raja Nusantara
Daya tarik utama yang membuat Kirab Budaya 2014 ini begitu spesial adalah kehadiran empat raja besar dari berbagai penjuru tanah air. Kehadiran beliau-beliau ini memberikan legitimasi budaya yang kuat bagi Kabupaten Batang sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah.
Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menghadiri prosesi Kirab Budaya di Pendopo Kabupaten Batang.
Keempat tokoh agung yang hadir tersebut adalah:
- Sri Sultan Hamengku Buwono X: Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga menjabat sebagai Gubernur DIY. Kehadiran beliau menjadi simbol eratnya hubungan budaya antara Batang dan Mataram Islam.
- Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin: Pemimpin dari Keraton Kesultanan Palembang Darussalam yang membawa nuansa budaya Melayu.
- Paku Buwono XIII: Susuhunan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
- Sultan Sepuh XIV (diwakili): Perwakilan dari Kesultanan Kasepuhan Cirebon, yang diwakili oleh Pangeran RH Tossin Soenardi, SH.
Momen langka ketika para raja ini duduk berdampingan di panggung kehormatan Pendopo Kabupaten Batang menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga. Hal ini menunjukkan bahwa Batang diakui sebagai salah satu simpul penting dalam peta sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa.
Kemeriahan Karnaval: Pesta Rakyat yang Sesungguhnya
Selain prosesi sakral penyambutan raja, acara dilanjutkan dengan karnaval budaya yang melibatkan ribuan peserta. Mulai dari pelajar, seniman, hingga perwakilan kecamatan, semuanya berlomba menampilkan kreativitas terbaiknya.
Antusiasme warga menyaksikan arak-arakan gunungan dan pusaka daerah.
Dokumentasi foto yang dikirimkan oleh Saudara MzWidura Prastiyawan melalui komunitas Batang Berkembang merekam dengan jelas betapa meriahnya suasana saat itu. Terlihat barisan prajurit keraton dengan seragam khasnya, penari tradisional yang luwes, hingga arak-arakan gunungan hasil bumi yang menjadi simbol kemakmuran daerah.
Galeri Foto: Jejak Visual Sejarah Batang
Visual berbicara lebih lantang daripada kata-kata. Berikut adalah rangkaian foto dokumenter yang berhasil diabadikan, menggambarkan betapa megahnya perhelatan Kirab Budaya Kabupaten Batang tahun 2014:
Setiap elemen dalam kirab memiliki filosofi tersendiri. Barisan pembawa panji-panji melambangkan kewibawaan pemerintah daerah, sementara gunungan hasil bumi merepresentasikan rasa syukur masyarakat agraris Batang atas limpahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa.
Dampak bagi Pelestarian Budaya dan Pariwisata
Penyelenggaraan event budaya berskala besar seperti ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Pertama, sebagai sarana edukasi bagi generasi muda Kabupaten Batang untuk mengenal dan mencintai warisan leluhurnya. Kedua, sebagai strategi branding pariwisata yang efektif.
Ketika foto-foto kemeriahan kirab ini tersebar luas di media sosial dan internet, citra Batang sebagai "Kota Budaya" semakin kuat tertanam di benak wisatawan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan sektor pariwisata dan kebudayaan sebagai salah satu pilar ekonomi rakyat.
Menatap Masa Depan Kebudayaan Batang
Mengingat kembali momen 2014 ini bukan sekadar bernostalgia, melainkan menjadi refleksi. Bahwa di tengah modernisasi, Kabupaten Batang mampu menjaga marwah tradisinya. Kehadiran para raja nusantara adalah bukti bahwa Batang diperhitungkan dalam kancah budaya nasional.
Semoga semangat pelestarian budaya ini terus menyala di hati setiap warga Batang. Dirgahayu Kabupaten Batang! Teruslah maju dengan tetap berpijak pada akar budaya yang luhur.
Kredit Foto: MzWidura Prastiyawan (Grup Facebook Batang Berkembang) & Dokumentasi mBatang.com.