Nasi Megono: Sejarah Filosofi "Mergo Ono" dan Kenikmatan Kuliner Legendaris Batang

Daftar Isi

Bagi masyarakat di jalur Pantura, khususnya Kabupaten Batang dan sekitarnya, sarapan pagi belum terasa lengkap tanpa kehadiran sepiring Nasi Megono. Kuliner sederhana namun sarat makna ini telah menjadi identitas budaya yang melekat kuat dalam kehidupan sehari-hari warga.

Seringkali muncul perdebatan hangat di media sosial, apakah Nasi Megono asli dari Batang atau Pekalongan? Jawabannya adalah keduanya. Kuliner ini merupakan warisan budaya rumpun masyarakat Pantura (Batang, Pekalongan, hingga Pemalang). Meski demikian, Kuliner Khas Batang ini memiliki tempat tersendiri di hati penikmatnya dengan ciri khas penyajian yang merakyat.

Sajian Nasi Megono Khas Kabupaten Batang
Sego Megono, menu wajib sarapan warga Batang.

Filosofi Nama: "Mergo Ono"

Nama "Megono" bukan sekadar sebutan tanpa arti. Secara etimologi rakyat (jarwo dosok), Megono berasal dari gabungan kata bahasa Jawa: "Mergo" (karena/sebab) dan "Ono" (ada).

Sejarah mencatat bahwa kuliner ini lahir dari kesederhanaan dan kondisi perjuangan masa lampau. Ketika masa-masa sulit atau perang, masyarakat memanfaatkan bahan makanan yang "anane" (yang tersedia di alam). Saat itu, bahan yang melimpah dan mudah didapat adalah Nangka Muda (Gori/Tewel) dan Kelapa.

Maka terciptalah olahan nangka muda cincang yang dipadukan dengan parutan kelapa berbumbu kencur, bawang, dan cabai, menciptakan cita rasa gurih dan pedas yang nikmat.

Cita Rasa dan Cara Penyajian

Festival Kuliner Megono Batang

Nasi Megono terdiri dari nasi putih hangat yang di atasnya diberi urap nangka muda yang telah dicacah kecil-kecil. Bumbunya yang meresap membuat aroma kukusan nangka ini sangat menggugah selera, apalagi jika disajikan di atas daun pisang.

Kenikmatan Megono akan mencapai puncaknya jika disandingkan dengan lauk pendamping wajib, yaitu Tempe Mendoan (tempe bertepung setengah matang) yang masih panas, atau kerupuk. Di sepanjang jalan Kabupaten Batang, terutama di pagi dan malam hari, Anda akan dengan mudah menemukan warung lesehan yang menjajakan menu ini dengan harga yang sangat terjangkau.

Tips Wisata Kuliner:
Jika Anda sedang berkunjung ke berbagai Tempat Wisata Batang, sempatkanlah mampir ke warung tenda pinggir jalan (lesehan). Rasakan sensasi makan Nasi Megono hangat ditemani teh tubruk (teh poci) khas Pantura.

Megono bukan hanya soal rasa, tapi juga simbol ketahanan pangan dan kreativitas masyarakat lokal dalam mengolah hasil bumi menjadi hidangan istimewa.

2 komentar

Silahkan di kritik siapa tau admin salah menulis artikel tentang Kabupaten Batang

Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar
kemarin malam minggu aku makan ini di Batang
Depan Sendiri saya nonton