Napak Tilas V Racika Palm dan Jejak Sejarah Perjuangan di Batang
Membuka lembaran catatan kegiatan kepemudaan dan sejarah di Kabupaten Batang, tahun 2016 menyimpan kenangan akan sebuah ekspedisi budaya yang penuh makna. Kegiatan tersebut adalah Napak Tilas V Racika Palm Batang.
Acara ini bukan sekadar gerak jalan biasa, melainkan sebuah penghayatan terhadap rute perjuangan tradisional yang dahulu dilalui para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
Arsip Foto: Semangat peserta menyusuri rute bersejarah di Kabupaten Batang.
Menelusuri Jejak Prasasti Sojomerto hingga Subah
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari veteran pejuang, pelajar, Pramuka, pegiat alam bebas, hingga masyarakat umum. Mereka menempuh rute panjang yang dibagi menjadi 4 etape:
Start: Desa Sojomerto (Reban) ➔ Mojotengah ➔ Wonobodro ➔ Pecalungan ➔ Finish: Subah.
Jalur ini dipilih karena sarat akan nilai sejarah. Peserta diajak melewati situs-situs penting seperti:
- Prasasti Sojomerto: Salah satu prasasti tertua di Indonesia peninggalan wangsa Syailendra (abad ke-7 M).
- Batu Gamelan: Situs megalitikum yang unik.
- Makam Para Aulia: Jejak penyebar agama Islam di tanah Jawa (khususnya di Wonobodro).
- Situs Kliyangan: Yang dipercaya sebagai asal mula sejarah Kabupaten Batang.
Momen pelepasan peserta oleh Bapak H. Soetadi (Wakil Bupati Batang kala itu) di Sojomerto, Reban.
Kisah Sunan Kalijaga dan Situs Kedung Boto
Selain sejarah perjuangan fisik, rute ini juga menyimpan legenda spiritual. Berdasarkan cerita tutur dari sesepuh Mbah Mulyo, kawasan ini konon pernah menjadi tempat persinggahan Raden Said (Sunan Kalijaga) saat dalam pengembaraan menghindari kejaran pasukan Demak.
Di pesisir kulon ini, rombongan Raden Said sempat mendirikan gubuk persembunyian. Mereka terkejut menemukan tumpukan batu rapi yang menyerupai bata besar, yang kini dikenal dengan nama Kedung Boto. Situs ini diyakini sebagai pahatan leluhur masa lampau.
Kegiatan seperti ini sangat penting untuk merawat ingatan kolektif generasi muda tentang sejarah daerahnya. Semangat yang sama juga sering kita lihat dalam peringatan hari besar lainnya, seperti Peringatan HUT Batang yang selalu meriah.
Semoga dokumentasi ini menjadi pengingat bahwa tanah Batang menyimpan kekayaan sejarah yang luar biasa, mulai dari era Mataram Kuno hingga perjuangan kemerdekaan.