Tragedi Kecelakaan Bus Kramat Jati vs Truk Amonia di Alas Roban
BATANG – Jalur Pantura Alas Roban, khususnya wilayah Gringsing, Kabupaten Batang, memiliki sejarah panjang sebagai jalur "tengkorak" sebelum adanya Jalan Tol Trans Jawa. Salah satu insiden paling memilukan dan dramatis pernah terjadi pada pertengahan tahun 2016 silam.
Kecelakaan hebat yang melibatkan Bus Malam Kramat Jati dengan sebuah Truk Tangki Bermuatan Bahan Kimia (Amonia) ini sempat melumpuhkan jalur Pantura total. Berikut adalah rekam jejak peristiwa tragis tersebut.
Kronologi "Adu Banteng" di Jalur Beton
Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Sabtu, 16 Juli 2016, sekitar pukul 19.00 WIB. Lokasi kejadian berada di jalur beton lingkar Alas Roban, tepatnya di Desa Sentul, Kecamatan Gringsing.
Berdasarkan arsip kepolisian, kecelakaan bermula ketika Bus Kramat Jati (Nopol B 7075 TGB) yang melaju kencang dari arah Timur (Semarang) menuju Barat (Jakarta) tiba-tiba oleng ke kanan. Bus tersebut melompati median jalan dan masuk ke jalur berlawanan.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju Truk Tangki Kimia (Nopol W 9233 UN). Tabrakan "adu banteng" pun tak terhindarkan. Benturan keras tersebut membuat bagian depan kedua kendaraan hancur total.
Dramatis: Evakuasi Terhalang Bau Amonia
Yang membuat kecelakaan ini sangat membekas dalam ingatan warga dan petugas adalah dampak ikutannya. Truk tangki yang terlibat kecelakaan ternyata bermuatan bahan kimia cair (Amonia).
Akibat benturan, tangki mengalami kebocoran. Bau menyengat amonia langsung menyebar ke sekitar lokasi kejadian, menyebabkan:
- Warga sekitar dan pengguna jalan mengalami sesak napas dan mata perih.
- Proses evakuasi korban menjadi sangat sulit karena petugas harus berhati-hati terhadap paparan gas berbahaya.
- Kemacetan parah mengular hingga puluhan kilometer dari arah Kendal maupun Batang Kota karena jalur ditutup total untuk menetralisir lokasi.
Duka bagi Keluarga Korban
Insiden ini merenggut nyawa sejumlah orang, termasuk pengemudi dari kedua kendaraan yang meninggal di lokasi kejadian (TKP) karena terjepit kabin yang ringsek. Puluhan penumpang bus lainnya mengalami luka berat dan ringan yang saat itu langsung dilarikan ke RSI Weleri Kendal dan RSUD Batang.
Tragedi Juli 2016 ini menjadi pengingat abadi bagi para pengendara yang melintasi Alas Roban untuk selalu waspada, tidak memaksakan diri saat mengantuk, dan mengecek kelaikan kendaraan.
Sumber: Arsip Berita mBatang (2016) & Satlantas Polres Batang.