Rekonstruksi Kronologi: Detik-Detik Kecelakaan Maut L300 di Bawang 2016
BATANG – Tragedi kecelakaan maut yang menimpa rombongan pengiring pengantin/takziah di Desa Purbo, Kecamatan Bawang pada 2016 silam masih menyisakan duka mendalam. Insiden tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kelaikan kendaraan di jalur pegunungan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan kepolisian dan saksi mata di tahun 2016, berikut adalah rekonstruksi kronologi detik-detik terjadinya kecelakaan tunggal Mobil L300 yang merenggut banyak korban jiwa tersebut.
Rekam Jejak Waktu Kejadian (5 September 2016)
Pukul 17.30 WIB – Keberangkatan
Satu unit mobil Pickup Mitsubishi L300 dengan Nopol G 1987 FC bergerak dari titik kumpul di Dukuh Bentul, Desa Sibebek. Mobil ini membawa muatan penuh (sekitar 17 orang penumpang) di bak belakang dengan tujuan hendak bertakziah ke Desa Amongrogo, Kecamatan Limpung.
Pukul 17.45 WIB – Titik Kritis
Rombongan tiba di jalur "Tengkorak" Dukuh Kebaron (perbatasan Desa Purbo). Di lokasi ini, kontur jalan merupakan turunan tajam setelah jembatan.
Berdasarkan hasil olah TKP saat itu, mobil diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi dengan posisi persneling (gigi) 4. Kondisi ini diperparah dengan dugaan disfungsi rem (rem blong) sehingga laju kendaraan tidak bisa diredam.
Pukul 17.46 WIB – Benturan
Sopir yang kehilangan kendali mencoba membanting setir ke arah kiri dan menabrak gundukan tanah (tanggul). Akibat benturan keras dan inersia, mobil terpelanting, terbalik ke arah kanan, dan jatuh ke area perkebunan sengon milik warga.
Pukul 17.55 s.d 19.10 WIB – Evakuasi
Saksi mata, Sdr. Subur (Warga Bawang), yang berada di belakang mobil naas tersebut segera melapor ke Polsek dan Koramil Bawang. Proses evakuasi berlangsung dramatis dibantu warga sekitar, membawa korban meninggal dan luka-luka menuju Puskesmas Bawang, Puskesmas Limpung, dan RSUD Batang.
Faktor Penyebab Fatalitas
Dari kronologi di atas, peristiwa tahun 2016 ini menjadi studi kasus penting mengenai keselamatan berlalu lintas. Tingginya angka fatalitas (korban meninggal) disebabkan oleh dua faktor utama:
- Kegagalan Teknis: Rem yang tidak berfungsi optimal saat melewati turunan curam dengan beban muatan berlebih.
- Penggunaan Kendaraan: Mobil bak terbuka (pickup) yang sejatinya untuk barang, digunakan mengangkut manusia tanpa pelindung atap atau sabuk pengaman, sehingga saat terbalik, risiko cedera fatal sangat tinggi.
Peringatan Bagi Pengendara
Jalur Bawang - Limpung via Baron memang memangkas waktu, namun memiliki risiko tinggi. Bagi Anda yang melintas, pastikan menggunakan gigi rendah saat turunan dan cek kondisi rem secara berkala.
Sumber Data: Arsip Laporan Polsek Bawang & Liputan mBatang (2016).