Pesona Telaga Sidringo: Ranu Kumbolo Jawa Tengah di Puncak Reban Batang
Bagi para pencinta alam dan pendaki gunung, nama Ranu Kumbolo di Semeru tentu sudah tidak asing lagi. Namun, tahukah Anda bahwa Jawa Tengah memiliki "kembaran" danau indah tersebut? Tersembunyi di ketinggian Kabupaten Batang, terdapat sebuah surga tersembunyi bernama Telaga Sidringo (atau sering disebut Telaga Dringo).
Secara administratif, Telaga Sidringo terletak di Desa Mojotengah, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Lokasinya yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara membuat telaga ini sering dianggap sebagai gerbang masuk kawasan Dieng dari jalur utara.
Lansekap memukau Telaga Sidringo yang asri
Asal-Usul Nama dan Sejarah Geologis
Nama "Sidringo" atau "Dringo" diambil dari nama tanaman obat (Dringo) yang tumbuh subur secara liar di sekitar telaga. Tanaman ini memiliki aroma khas dan sering digunakan oleh masyarakat setempat untuk pengobatan tradisional.
Secara geologis, telaga ini merupakan sebuah kaldera mati yang terbentuk akibat letusan gunung berapi purba ratusan atau ribuan tahun lalu. Cekungan kawah tersebut kemudian terisi air hujan dan mata air, membentuk danau vulkanik yang indah di ketinggian kurang lebih 2.222 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut).
Spot Menarik di Sekitar Telaga Sidringo
Kawasan ini bukan hanya soal danau. Ada beberapa spot menarik di sekitarnya yang sayang untuk dilewatkan saat Anda berkunjung ke Kabupaten Batang bagian selatan ini:
- Puncak Tunggangan: Sebuah bukit yang terletak di antara Gunung Petarangan dan Telaga Sidringo. Dari sini, lanskap alam terlihat sangat jelas.
- Kawasan Terbis: Sebuah padang rumput luas yang konon dulunya juga merupakan kawah tua.
- Gunung Petarangan & Gunung Butak: Dua gunung yang memagar kawasan telaga, menciptakan benteng alam yang hijau dan sejuk.
- Kompleks Makam Tua: Di salah satu puncak sebelah barat, terdapat situs makam yang ditemukan sekitar tahun 2009. Konon, ini adalah makam seorang Wali dengan ukuran kerangka mencapai 3 meter.
Aktivitas Wisata: Camping di Atas Awan
Salah satu aktivitas favorit pengunjung adalah berkemah (camping). Karena berada di ketinggian lebih dari 2.000 mdpl, suhu di sini sangat dingin, mirip dengan kawasan Dieng. Pastikan Anda membawa peralatan kemah standar gunung dan jaket tebal.
Pada malam hari, jika cuaca cerah, Anda bisa melihat gugusan bintang (Milky Way). Sementara di pagi hari, matahari terbit (Sunrise) akan menyapa dengan latar belakang Dataran Tinggi Dieng yang memukau.
Rute Menuju Lokasi
Akses menuju Telaga Sidringo membutuhkan sedikit perjuangan, namun terbayar lunas dengan pemandangannya. Jalur yang dilalui berupa jalan aspal yang membelah hutan lindung. Jalannya cukup sempit, sehingga pengendara motor maupun mobil harus ekstra hati-hati saat berpapasan.
Rute dari Batang: Arahkan kendaraan dari Kecamatan Bandar (bisa berpatokan pada Ponpes Tazakka/Modern) -> Menuju Desa Kembanglangit -> Lanjut ke arah Desa Gerlang. Sesampainya di Gerlang, Anda bisa bertanya kepada warga lokal atau mengikuti petunjuk arah menuju Kawah Candradimuka/Telaga Dringo.
Lokasi ini juga sangat dekat dengan objek wisata Kawah Candradimuka (tempat legendaris Gatotkaca direbus dalam pewayangan). Jadi, sekali jalan Anda bisa mengunjungi dua destinasi sekaligus.
Uniknya, debit air di Telaga Sidringo pernah tercatat mengalami penyusutan drastis (asat) pada tahun 1997, 1999, 2000, dan 2012. Namun kini, keindahannya telah kembali dan siap menyambut para petualang.
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar