Jembatan Bawang-Limpung Putus Diterjang Banjir (Arsip 2016)
BATANG – Cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Batang pada akhir tahun 2016 silam meninggalkan catatan kelam bagi infrastruktur daerah. Salah satu peristiwa yang paling diingat adalah putusnya akses vital yang menghubungkan dua kecamatan sentral, yakni Kecamatan Bawang dan Kecamatan Limpung.
Peristiwa ini melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga setempat secara total pada saat kejadian. Berikut adalah rekam jejak peristiwa banjir bandang yang mengakibatkan putusnya jembatan penghubung tersebut.
Kronologi Kejadian
Insiden putusnya jembatan ini terjadi pada hari Jumat, 25 November 2016. Derasnya aliran sungai akibat banjir yang tidak kunjung surut menggerus pondasi jembatan hingga akhirnya ambruk.
Jembatan ini merupakan urat nadi transportasi bagi warga yang hendak menuju Kota Semarang, Kendal, atau Temanggung via jalur tengah. Akibat kejadian ini, kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas, memaksa pihak berwenang dan warga untuk menutup total akses jalan demi keselamatan.
Pengalihan Arus Lalu Lintas Kala Itu
Dampak dari putusnya jembatan ini sangat luas. Warga yang biasanya hanya menempuh waktu singkat antara Limpung dan Bawang harus memutar jauh. Berdasarkan laporan situasi saat itu, beberapa rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif yang disarankan meliputi:
- Jalur Bawang - Tersono: Menjadi opsi utama bagi kendaraan umum dan pribadi untuk menghindari lokasi jembatan putus.
- Jalur Weleri - Sukorejo: Disarankan bagi kendaraan besar seperti Bus Malam jurusan Jakarta-Solo atau warga yang hendak menuju Temanggung/Kendal agar tidak terjebak di jalur Bawang.
- Jalur Tikus (Bakalan - Deles): Sempat menjadi opsi bagi pengendara motor trail yang nekat. Namun, jalur ini sangat ekstrem dan berbahaya karena jembatan penghubung Bakalan-Deles saat itu masih dalam tahap pembangunan yang tersendat.
Dampak Sosial Ekonomi
Putusnya jembatan tidak hanya memutus jalan, tetapi juga menghambat distribusi hasil bumi dari wilayah Bawang yang dikenal sebagai penghasil sayuran menuju pasar-pasar di Limpung dan pantura. Kejadian tahun 2016 ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan pemeliharaan infrastruktur sungai di wilayah Kabupaten Batang yang rawan banjir bandang.
Sumber: Arsip Berita mBatang (2016) & Laporan Warga di Media Sosial.