Profil Lengkap AS. Burhan, S.Ag: Sosok Santri Intelektual dan Aktivis Kemanusiaan dari Batang

Daftar Isi

Kabupaten Batang tidak pernah kehabisan stok pemimpin yang lahir dari rahim pesantren namun memiliki wawasan global. Salah satu figur sentral yang mewarnai dinamika politik dan sosial di Kabupaten Batang adalah Ahmad Subhan Burhan, atau yang lebih akrab disapa AS. Burhan, S.Ag.

Namanya mencuat ke permukaan publik secara luas saat ia maju sebagai Calon Bupati Batang pada periode 2017-2022 dengan nomor urut 03, berpasangan dengan Acara Ariani, S.Psi. Namun, jauh sebelum kontestasi politik tersebut, AS. Burhan telah lama mendedikasikan hidupnya untuk advokasi kemanusiaan, pendidikan demokrasi, dan pemberdayaan masyarakat sipil. Artikel ini akan mengupas tuntas biografi, perjalanan intelektual, hingga karier profesionalnya yang inspiratif.

Latar Belakang: Darah Biru Pesantren

Lahir di Batang pada tanggal 4 Mei 1968, AS. Burhan tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai religius dan akademis. Ia merupakan putra dari pasangan ulama terkemuka, KH. Fahrurroji dan Hajah Istikomah. Kedua orang tuanya adalah pendiri Pondok Pesantren Subhanah di Kecamatan Subah, sebuah institusi pendidikan Islam yang disegani di wilayah tersebut.

Latar belakang keluarga ini membentuk karakter AS. Burhan menjadi pribadi yang tawadhu namun kritis. Koneksi pesantrennya semakin kuat ketika ia mempersunting Uswatun Hasanah, putri dari KH. Damanhuri Yaqub (Pendiri dan Pengasuh Ponpes Darussalam). Sinergi dua keluarga besar pesantren ini menjadikan AS. Burhan sebagai representasi kaum santri yang moderat dan progresif.

Profil AS. Burhan, S.Ag
Sosok AS. Burhan, S.Ag (Dok. Mbatang)

Rekam Jejak Akademik: Perpaduan Ilmu Agama dan Bahasa Asing

Pendidikan adalah investasi utama bagi AS. Burhan. Riwayat pendidikannya mencerminkan perpaduan antara ilmu agama klasik dan wawasan modern:

  • Pendidikan Dasar: Menyelesaikan pendidikan di SD MIN Subah (1975-1981) dan melanjutkannya ke MTs Negeri Subah (1981-1984).
  • Pendidikan Menengah: Hijrah ke Kota Pelajar untuk menempuh pendidikan di MAN I Yogyakarta (1984-1987). Di sinilah wawasan kebangsaannya mulai terasah.
  • Pendidikan Tinggi: Meraih gelar Sarjana Agama (S.Ag) dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (sekarang UIN). Uniknya, ia mengambil jurusan Bahasa Inggris di Fakultas Tarbiyah dan lulus pada tahun 1995. Pilihan jurusan ini membekalinya dengan kemampuan bahasa asing yang kelak berguna dalam kariernya di berbagai NGO (Non-Governmental Organization) tingkat nasional.

Karier Profesional: Dari Jurnalisme hingga Advokasi Nasional

Sebelum terjun ke politik praktis, AS. Burhan memiliki karier yang cemerlang di bidang jurnalisme dan aktivisme sosial. Rekam jejaknya menunjukkan keberpihakan pada transparansi publik dan hak asasi manusia (HAM).

1. Jurnalisme dan Media

Kariernya dimulai sebagai wartawan di Tabloid Target (1995-1996). Kemampuan menulis dan analisisnya kemudian membawanya menjadi Eksekutif Editor di Majalah Halqoh (1997-2003), sebuah media yang berbasis di Jakarta dengan fokus kajian pada isu-isu HAM dan Demokrasi. Pengalaman ini mengasah ketajamannya dalam melihat persoalan sosial.

2. Pegiat Demokrasi dan Anti-Korupsi

AS. Burhan bukan sekadar pengamat, ia adalah pelaku sejarah. Pada era reformasi (1998-1999), ia aktif sebagai Anggota Dewan Eksekutif Jaringan Pemantau Pemilu Untuk Rakyat (JPPR), sebuah lembaga bergengsi yang memastikan pemilu berjalan jujur dan adil.

Dedikasinya berlanjut pada tahun 2005-2008, di mana ia menjabat sebagai Project Manager untuk program Gerakan Anti-Korupsi Berbasis Pesantren pada lembaga kemitraan P3M Jakarta. Peran ini sangat strategis dalam membangun kesadaran hukum dan integritas di kalangan santri dan kiai.

Prestasi Kemanusiaan: AS. Burhan adalah pendiri Paguyuban Anak Bangsa (sejak 2002). Ini adalah inisiatif berani untuk merekonsiliasi warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan eks-tahanan politik (Tapol) dan Narapidana Politik peristiwa 1965 di Batang. Sebuah upaya menyembuhkan luka sejarah yang patut diapresiasi.

Kiprah Politik: Pilkada Batang 2017

Berbekal pengalaman panjang di tingkat nasional, AS. Burhan kembali ke kampung halaman untuk mengabdi. Pada Pilkada Batang 2017, ia maju sebagai Calon Bupati berpasangan dengan Acara Ariani, S.Psi.

Pasangan ini diusung oleh koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem. Mendaftar resmi ke KPU pada Jumat, 23 September 2016, mereka membawa visi perubahan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat desa dan transparansi anggaran.

Meski saat itu kompetisi sangat ketat, kehadiran AS. Burhan memberikan warna tersendiri dengan gagasan-gagasan intelektualnya. Visi misinya berfokus pada:

  1. Penguatan ekonomi berbasis pesantren dan desa.
  2. Reformasi birokrasi yang bersih dari korupsi.
  3. Advokasi pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Aktivitas Terkini

Hingga saat ini, AS. Burhan tetap aktif berkontribusi bagi masyarakat. Ia menjabat sebagai Ketua Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat Indonesia (Majlis Syarikat) sejak 2010. Selain itu, ia juga menjadi Koordinator LINIDA (Lumbung Informasi dan Inovasi Desa) serta memimpin pergerakan Laskar Batang sejak 2012.

Bagi masyarakat, akademisi, atau mahasiswa yang ingin mempelajari pemikiran dan program kerja beliau saat pencalonan, arsip dokumen resmi dapat diakses melalui tautan berikut:


Demikianlah profil lengkap AS. Burhan, S.Ag. Perjalanan hidupnya mengajarkan kita bahwa santri tidak hanya berkutat pada kitab kuning, tetapi juga mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan demokrasi, hak asasi manusia, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Dapatkan informasi tokoh inspiratif lainnya seputar Batang hanya di mBatang.com.

Posting Komentar