Mengenal Sosok H. Wihaji, S.Ag, M.Pd: Transformasi Santri Sragen Menjadi Pemimpin Visioner Batang
Dalam kancah perpolitikan dan pembangunan daerah di Jawa Tengah, nama H. Wihaji, S.Ag, M.Pd bukanlah sosok yang asing. Dikenal sebagai figur yang santun namun tegas dalam mengambil kebijakan, Wihaji merupakan representasi dari pemimpin modern yang lahir dari rahim pesantren dan aktivisme mahasiswa.
Artikel ini akan mengupas tuntas profil, rekam jejak, dan perjalanan karier pria yang memiliki visi besar untuk memajukan Kabupaten Batang ini. Dari seorang santri di Sragen, menjadi tenaga ahli di Senayan, hingga mengabdikan diri sebagai Bupati Batang periode 2017-2022. Simak biografi inspiratifnya berikut ini.
Latar Belakang dan Masa Kecil: Darah Abdi Dalem
Wihaji lahir di Sragen, Jawa Tengah, pada tanggal 22 Agustus 1976. Ia merupakan putra sulung dari empat bersaudara pasangan Bapak Parjiyo dan Ibu Parmiatun. Latar belakang keluarganya sangat kental dengan nilai-nilai kedisiplinan dan budaya Jawa yang halus. Diketahui, beliau adalah cucu dari salah satu Abdi Dalem Mangkunegaran Solo, sebuah status yang menanamkan nilai pengabdian dan tata krama sejak dini.
Ayahnya, Bapak Parjiyo, adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama yang mengabdi di MTsN Plupuh, Sragen. Tumbuh di lingkungan keluarga yang taat beragama dan mementingkan pendidikan, membentuk karakter Wihaji menjadi pribadi yang agamis sekaligus intelektual.
Rekam Jejak Pendidikan dan Aktivisme
Pendidikan adalah fondasi utama bagi Wihaji. Gelar akademik yang disandangnya, S.Ag (Sarjana Agama) dan M.Pd (Magister Pendidikan), menunjukkan kompetensinya di bidang manajemen pendidikan dan sosial keagamaan.
Jiwa kepemimpinannya sudah terlihat sejak duduk di bangku sekolah. Saat bersekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTsN) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta, ia aktif sebagai pengurus OSIS. Semangat berorganisasi ini terus membara hingga ke bangku perguruan tinggi.
Perjalanan Akademik:
- S1: Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di STAIN Salatiga. Di sini, ia pernah menjabat sebagai Ketua Kelompok Studi Mahasiswa Fakultas (KSMF), sebuah wadah intelektual bergengsi bagi mahasiswa saat itu.
- S2: Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Melanjutkan studi pascasarjana di ibu kota pada tahun 2008 untuk memperdalam ilmu manajemen pendidikan.
Transisi dari Salatiga ke Jakarta bukan hanya perpindahan geografis, tetapi juga lompatan karier. Di Jakarta, Wihaji terlibat aktif dalam organisasi mahasiswa tingkat pusat, memperluas jejaring (networking) dengan tokoh-tokoh nasional.
Karier Politik: Dari Senayan Menuju Batang
Sebelum terjun langsung memimpin daerah, Wihaji telah matang dalam kancah politik nasional. Pengalamannya sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR-RI (Fraksi Golkar, Drs. Kahar Muzakir) memberinya wawasan mendalam tentang tata kelola pemerintahan, anggaran negara, dan legislasi.
Kematangannya dalam berorganisasi juga dibuktikan dengan posisi strategis yang pernah diembannya, antara lain:
- Pengurus Pokja Keagamaan DPP Partai Golkar.
- Wakil Sekretaris Jenderal di DPP GEMA Ormas MKGR.
- Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
- Pendiri dan Ketua Bidang Politik Forum Silaturrahmi Santri (FORSIS), sebuah ormas yang fokus pada pemberdayaan ekonomi kaum santri.
Momentum Pilkada Batang 2017
Pada Pilkada serentak tahun 2017, Wihaji memutuskan untuk "pulang kampung" mengabdikan diri di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Batang. Menggandeng Suyono, S.IP, M.Si sebagai calon wakil bupati, pasangan ini diusung oleh koalisi Partai Golkar dan PPP dengan nomor urut 01.
Duet Wihaji-Suyono membawa visi perubahan yang signifikan. Mereka tidak hanya menawarkan janji, tetapi cetak biru pembangunan yang terukur. Fokus utama mereka adalah reformasi birokrasi, peningkatan investasi daerah, dan optimalisasi pariwisata.
Visi Pembangunan: Investasi dan Kesejahteraan
Sebagai seorang yang berlatar belakang pendidikan dan politik, Wihaji memahami bahwa kunci kemajuan daerah adalah Investasi dan Sumber Daya Manusia (SDM). Visi misinya berfokus pada:
- Penciptaan Lapangan Kerja: Membuka pintu bagi investor nasional dan asing untuk membangun industri di Batang (yang kemudian terwujud dengan hadirnya KIT Batang).
- Pendidikan Berkualitas: Memastikan akses pendidikan yang merata dan beasiswa bagi siswa berprestasi namun kurang mampu.
- Pariwisata "Heaven of Asia": Membranding ulang potensi wisata Batang agar dikenal dunia internasional.
- Birokrasi Melayani: Memastikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan anti-pungli.
Bagi masyarakat yang ingin melihat dokumen historis visi-misi lengkap saat pencalonan beliau, arsip digital dapat diakses melalui tautan berikut: Unduh Visi Misi PDF.
Kehidupan Pribadi
Kesuksesan Wihaji tentu tak lepas dari dukungan keluarga. Pada tahun 2004, ia menikah dengan Uni Kuslantasi, putri dari Bapak Tasirin Amin dan Ibu Kustirah (pelopor penjual STMJ pertama di Kota Pekalongan). Pasangan ini dikaruniai buah hati yang cerdas, yakni Aqiel Arya Satya Maheswara dan Wini Naura Inarsih.
Perjalanan H. Wihaji, S.Ag, M.Pd memberikan inspirasi bahwa santri dan aktivis memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin daerah yang visioner. Jejak langkahnya di Kabupaten Batang telah meletakkan fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Pantura Jawa.
Simak terus update terbaru seputar tokoh dan pembangunan daerah hanya di mBatang.com.
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar