Kemeriahan Kirab Budaya Pantura 2017: Parade Seni, Batik Carnival, dan Semangat Menyongsong Indonesia Kerja di Batang

Daftar Isi

Batang – Jalanan protokol Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berubah menjadi lautan manusia dan warna-warni kreativitas seni pada Kamis, 27 April 2017. Ribuan pasang mata menjadi saksi betapa kekayaan kearifan lokal mampu berpadu harmonis dengan semangat pembangunan nasional dalam gelaran akbar bertajuk Kirab Budaya Pantura Menyongsong Indonesia Kerja.

Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Batang ke-51 ini bukan sekadar seremoni tahunan biasa. Lebih dari itu, kirab ini menjadi etalase raksasa yang menampilkan potensi wisata budaya, kreativitas pemuda, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan tradisi di pesisir utara Jawa.

Rute Kirab dan Antusiasme Ribuan Warga

Sejak siang hari, rute kirab yang membentang dari Lapangan Dracik hingga Alun-Alun Batang telah dipadati oleh masyarakat. Rombongan kirab mengambil jalur strategis melewati Jalan Gajah Mada, berbelok ke Jalan Brigjen Katamso, dan berakhir di panggung kehormatan yang megah di depan kantor pemerintahan.

Suasana Kirab Budaya Pantura Menyongsong Indonesia Kerja
Foto: Kemeriahan peserta kirab budaya yang memadati jalan protokol Batang. (Credit: icena.jolie)

Tercatat sekitar 100 kontingen peserta turut ambil bagian dalam parade kolosal ini. Mereka datang dari perwakilan 15 kecamatan di seluruh Kabupaten Batang, instansi pemerintahan (OPD), komunitas seni, pelajar, hingga organisasi masyarakat. Keberagaman peserta ini menegaskan bahwa HUT Kabupaten Batang adalah pesta milik seluruh rakyat, tanpa memandang latar belakang sosial.

Filosofi Tema: Budaya sebagai Penggerak Kerja Nyata

Tema "Menyongsong Indonesia Kerja" yang diusung tahun ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Di tengah gempuran modernisasi, budaya lokal diposisikan sebagai fondasi karakter bangsa yang tangguh. Melalui kirab ini, Pemerintah Kabupaten Batang ingin menyampaikan pesan bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan etos kerja produktif.

Visualisasi tema tersebut diterjemahkan dengan apik oleh para peserta. Tidak hanya menampilkan busana adat, banyak kontingen yang membawa properti yang menggambarkan hasil bumi, potensi perikanan, hingga visualisasi pembangunan infrastruktur daerah. Hal ini menjadi simbol kesiapan Batang untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Peserta Kirab Budaya dengan Kostum Tradisional

Atraksi Memukau: Dari Drum Band hingga Batik Carnival

Salah satu daya tarik utama yang membuat penonton berdecak kagum adalah variasi atraksi yang ditampilkan. Barisan dibuka dengan dentuman irama semangat dari Marching Band Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusantara yang tampil atraktif. Langkah tegap dan harmoni musik mereka sukses membakar semangat penonton di sepanjang rute.

Tak kalah menarik, kesenian tradisional seperti Tarian Kuda Lumping (Ebeg) turut ditampilkan dengan sentuhan koreografi yang dinamis. Kesenian rakyat ini menjadi pengingat akan akar budaya agraris yang masih kuat di masyarakat Batang. Mistik, energik, dan menghibur, itulah nuansa yang dihadirkan.

Atraksi Batik Carnival Batang Peserta Karnaval Kostum Unik

Sorotan kamera juga tak henti-hentinya membidik peserta Batang Batik Carnival. Mengadopsi tren karnaval busana modern, para model memperagakan kostum megah yang terbuat dari kain batik khas Batang seperti motif Rifa'iyah. Desain kostum yang avant-garde dengan sayap-sayap lebar dan mahkota tinggi membuktikan bahwa batik Batang mampu bertransformasi menjadi karya seni fashion kelas dunia.

Dukungan Penuh Tokoh Pimpinan Daerah

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Di panggung kehormatan, tampak hadir Penjabat (Pj) Bupati Batang Siswo Laksono didampingi Sekretaris Daerah Nasikhin. Momen ini terasa lebih spesial dengan kehadiran Bupati dan Wakil Bupati terpilih (Wihaji - Suyono) yang akan segera memimpin Batang periode 2017-2022.

Turut hadir pula Ketua DPRD Batang Teguh Imam Raharjo, Wakil Ketua DPRD Nur Untung Slamet, Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, serta Dandim 0736 Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan soliditas kepemimpinan daerah dalam mendukung kirab budaya sebagai agenda strategis pariwisata.

Antusiasme Penonton Kirab Budaya

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Kirab Budaya Pantura memberikan multiplier effect yang nyata bagi ekonomi lokal. Pedagang kaki lima, pengrajin suvenir, hingga penyedia jasa rias dan sewa kostum mendapatkan limpahan rezeki dari perhelatan ini. Ribuan pengunjung yang datang memadati pusat kota menciptakan perputaran uang yang signifikan dalam satu hari.

Peserta Kirab dengan Kostum Etnik Parade Budaya Menuju Alun-Alun

Semoga ulasan mengenai Kirab Budaya Pantura Menyongsong Indonesia Kerja ini dapat memberikan gambaran betapa kayanya potensi budaya Kabupaten Batang. Mari kita terus dukung pariwisata lokal agar semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional. Dirgahayu Kabupaten Batang ke-51, teruslah maju dan berkarya!

Sumber Foto Dokumen: Instagram Humas Batang