Antusiasme Warga Pecalungan Serbu Bazar Pasar Murah: Solusi Cerdas Penuhi Kebutuhan Pokok di Bulan Ramadan
Batang – Fenomena kenaikan harga bahan pokok (sembako) seringkali menjadi momok tersendiri bagi masyarakat setiap kali memasuki bulan suci Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Lonjakan permintaan pasar yang tidak sebanding dengan pasokan seringkali memicu inflasi lokal yang memberatkan, terutama bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah di pedesaan.
Menyikapi dinamika ekonomi tersebut, berbagai inisiatif sosial bermunculan untuk menjaga daya beli masyarakat. Salah satu kegiatan yang menyedot perhatian publik di Kabupaten Batang adalah gelaran Bazar Pasar Murah yang dilaksanakan di Dukuh Kedondong, Desa Selokarto, Kecamatan Pecalungan. Kegiatan ini menjadi oase di tengah gurun harga pasar yang sedang melambung tinggi.
Strategi Meringankan Beban Ekonomi Warga Pecalungan
Dilansir dari liputan lapangan dan dikutip dari sumber news.okezone.com, kegiatan sosial ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Perindo Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1438 H. Lokasi bazar yang strategis, yakni di depan sekretariat DPC di Dukuh Kedondong, memudahkan akses bagi warga desa sekitar untuk berpartisipasi.
Tujuan utama dari pasar murah ini sangat jelas: memberikan akses pangan murah dan berkualitas. Dalam teori ekonomi mikro, intervensi pasar melalui operasi pasar murah seperti ini sangat efektif untuk menekan spekulasi harga di tingkat pengecer dan membantu stabilitas pengeluaran rumah tangga petani dan buruh di wilayah tersebut.
Warga Desa Selokarto antre dengan tertib untuk mendapatkan paket sembako murah.
Paket Sembako Premium dengan Harga Subsidi
Antusiasme warga terbukti tak terbendung. Sejak bazar dibuka pada pukul 15.00 WIB, ratusan warga rela mengantre panjang demi mendapatkan kupon dan menukarkannya dengan paket sembako. Panitia pelaksana menyediakan total 200 paket sembako yang dialokasikan khusus untuk warga yang membutuhkan.
Apa yang membuat bazar ini diserbu warga? Jawabannya terletak pada "Value for Money" yang ditawarkan. Satu paket sembako berisi komoditas vital rumah tangga, yaitu:
- 2 Kilogram Beras kualitas layak konsumsi.
- 2 Kilogram Minyak Goreng kemasan.
- 1 Kilogram Gula Pasir.
Jika dikalkulasikan dengan harga pasar normal saat Ramadan, total belanjaan tersebut bisa mencapai angka yang cukup tinggi. Namun, di bazar ini, warga hanya perlu menebusnya dengan harga Rp 25.000,- per paket. Subsidi harga yang mencapai lebih dari 50% ini tentu menjadi magnet kuat bagi ibu-ibu rumah tangga yang mengatur keuangan dapur.
Sambil menunggu antrean atau setelah berbelanja, bagi warga luar desa yang kebetulan melintas, wilayah Pecalungan dan sekitarnya juga memiliki potensi wisata alam yang menarik. Salah satu yang bisa dikunjungi adalah Wisata Batang Curug Gombong, sebuah destinasi air terjun yang menyegarkan dan cocok untuk ngabuburit.
Testimoni Warga: Terbantu di Tengah Lonjakan Harga
Dampak positif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. Yuni, salah satu warga setempat yang berhasil mendapatkan paket sembako, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengungkapkan bahwa program seperti ini adalah jawaban nyata atas kesulitan warga menghadapi harga pasar yang "menggila" jelang Lebaran.
"Terima kasih buat penyelenggara. Harganya murah banget. Paket beras, gula pasir, minyak goreng yang dijual di bazar ini, kalau di pasar harganya pasti jauh lebih dari Rp 25 ribu. Lah, ini dijual hanya Rp 25 ribu, sangat membantu kami," ujar Yuni dengan wajah sumringah.
Pernyataan Yuni mencerminkan kondisi riil di lapangan, di mana selisih harga sekecil apapun sangat berarti bagi alokasi dana Tunjangan Hari Raya (THR) keluarga prasejahtera.
Komitmen Keberlanjutan Program Sosial
Menanggapi kesuksesan acara tersebut, David Santoso selaku Ketua Kordapil RI Dapil IX & X, menjelaskan bahwa bazar ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab sosial (CSR) institusi politik terhadap konstituennya. Filosofi utamanya adalah gotong royong dan kepedulian sosial.
"Bazar dilakukan dengan maksud untuk meringankan beban masyarakat, terutama masyarakat kalangan bawah agar kebutuhan pokok bisa terpenuhi. Dengan harga yang murah, ini meringankan beban keluarga," jelas David.
Lebih lanjut, David menegaskan bahwa program pro-rakyat yang mendapat sambutan luar biasa ini tidak akan berhenti di Pecalungan saja. Pihaknya merencanakan roadshow bazar murah dengan sistem berpindah-pindah (mobile) dari satu kota ke kota lainnya di wilayah se-eks Karesidenan Pekalongan. Hal ini bertujuan agar pemerataan bantuan bisa dirasakan oleh spektrum masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan positif semacam ini diharapkan dapat memicu efek domino, menginspirasi organisasi masyarakat atau korporasi lain di Kabupaten Batang untuk turut serta menggelar pasar murah, sehingga stabilitas harga pangan daerah dapat terjaga dengan baik.
Simak informasi terbaru mengenai perkembangan ekonomi dan sosial lainnya di Berita Seputar Batang untuk memastikan Anda tidak ketinggalan informasi penting daerah.