Cerita di Balik Tol Fungsional Batang-Gringsing
BATANG – Bagi Anda yang pernah melintasi jalur Pantura saat musim mudik Lebaran 2017, pasti tidak asing dengan istilah "Tol Fungsional". Tahun tersebut menjadi momen bersejarah bagi infrastruktur di Kabupaten Batang, di mana ruas tol Batang hingga Gringsing dibuka secara darurat untuk mengurai kemacetan.
Meski kondisinya jauh berbeda dengan kemewahan jalan tol saat ini, jalur fungsional tersebut punya cerita tersendiri bagi ribuan pemudik yang melintasinya. Mari kita kilas balik momen tersebut.
"Jalur Debu" Penyelamat Pantura
Pada Juni 2017, ruas tol ini dibuka dengan kondisi perkerasan beton kurus (lean concrete) setebal 10 cm. Belum ada aspal mulus, marka jalan permanen, maupun lampu penerangan jalan yang memadai.
Akibatnya, saat siang hari terik, debu putih beterbangan menyelimuti kendaraan yang lewat. Namun, di balik ketidaknyamanan tersebut, jalur ini dianggap sebagai "pahlawan" karena sukses memecah kepadatan arus lalu lintas yang biasanya menumpuk parah di jalur tengkorak Alas Roban dan Pasar Subah.
Rute Kandeman hingga Exit Gringsing
Skema lalu lintas saat itu mengarahkan kendaraan masuk melalui Pintu Tol Kandeman dan keluar di Exit Tol Gringsing (Desa Mentosari).
"Dulu kalau lewat sini rasanya seperti offroad ringan, tapi pemandangannya indah karena membelah hutan jati dan perbukitan Batang," kenang salah satu warga Batang yang sempat menjajal jalur tersebut.
Jalur ini memangkas waktu tempuh secara signifikan dibandingkan harus bermacet-macetan di jalur arteri Pantura yang penuh dengan truk-truk besar.
Kenangan Fasilitas Darurat
Hal unik lain dari Tol Fungsional 2017 adalah fasilitasnya yang serba darurat namun fungsional. Mulai dari:
- Rest area dadakan dengan tenda-tenda sederhana.
- Toilet portable (Toi).
- Penunjuk arah dari spanduk sederhana.
- Penjagaan ketat polisi di setiap persimpangan desa karena belum ada pagar pembatas.
Kini, ruas Batang-Gringsing telah menjadi bagian dari Tol Trans Jawa yang megah. Kenangan "jalur debu" 2017 menjadi bukti nyata pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.
Penulis: Tim Redaksi mBatang | Sumber: Arsip Berita Juni 2017