Revolusi Tani Batang: Kodim 0736 dan Dispaperta Kenalkan Teknologi Tanam Modern di Subah
Batang – Minat generasi muda terhadap sektor pertanian belakangan ini kian menyusut. Anggapan bahwa profesi petani kurang menjanjikan secara ekonomi membuat banyak anak muda enggan turun ke sawah. Fenomena ini berdampak serius, mulai dari kurangnya tenaga penggarap hingga maraknya alih fungsi lahan persawahan produktif menjadi perkebunan sengon, kebun buah, atau peruntukan lain.
Solusi Pertanian Modern dari TNI dan Pemda
Merespons kondisi tersebut, Kodim 0736/Batang bersinergi dengan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang mengambil langkah strategis. Mereka mengajak para petani untuk meninggalkan pola lama dan beralih ke metode bercocok tanam modern. Pendekatan teknologi ini dinilai efektif untuk mengatasi kendala minimnya tenaga kerja manusia saat musim tanam tiba.
Hal ini disampaikan langsung oleh Danramil 01/Subah, Kapten Kav M. Purbo S., saat mendampingi kegiatan tanam padi di area persawahan Desa Subah. Kegiatan ini turut melibatkan Babinsa, petugas BP3K Kecamatan Subah, serta anggota Kelompok Tani (Poktan) setempat.
"Harapannya ke depan, para petani tidak lagi ragu dan bingung untuk bercocok tanam hanya karena tidak adanya tenaga yang bersedia menggarap lahan. Modernisasi adalah kuncinya," tegas Kapten Purbo.
Pemanfaatan Mesin Transplanter dan Sistem Jarwo
Dalam sosialisasi tersebut, para petani diperkenalkan dengan penggunaan mesin Rice Transplanter (alat penanam padi otomatis) yang terbukti lebih cepat dan efisien. Selain mekanisasi, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Babinsa juga memberikan edukasi mengenai teknik budidaya unggulan:
- Persemaian Dapog: Teknik penyemaian benih menggunakan nampan (tray) yang praktis dan presisi untuk mesin tanam.
- Sistem Jajar Legowo (Jarwo): Pola tanam yang mengatur jarak antar rumpun untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya matahari, yang berdampak pada peningkatan hasil panen.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu membangkitkan kembali gairah pertanian di Kabupaten Batang dan menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah di tengah arus modernisasi.