Kodim 0736/Batang Cek Irigasi Terdampak Tol, Pastikan Pasokan Air Petani Lancar
Batang – Pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol memang menjadi prioritas nasional. Namun, di balik masifnya pembangunan fisik tersebut, kerap kali muncul dampak sampingan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani di wilayah yang dilintasi proyek.
Dampak Proyek Tol Terhadap Irigasi Pertanian
Di Kabupaten Batang, pengerjaan proyek jalan tol yang telah berjalan hampir satu tahun mulai menunjukkan imbasnya pada sektor pertanian. Sejumlah saluran irigasi vital dilaporkan tertimbun material tanah, menyebabkan gorong-gorong tersumbat.
Kondisi ini menghambat pasokan air ke area persawahan, yang berpotensi menurunkan produktivitas panen secara signifikan.
Bapak Solehudin, seorang petani dari Desa Plelen, mengungkapkan keluh kesahnya. "Sejak adanya pembangunan tol, lahan persawahan kami memang berkurang. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah pasokan air yang semakin sulit, sehingga hasil panen kami pun ikut merosot," ujarnya.
Respon Cepat Kodim 0736/Batang
Melihat urgensi masalah tersebut, Kodim 0736/Batang tidak tinggal diam. Pasiterdim 0736/Batang, Kapten Inf Supirno, segera menginstruksikan para Babinsa untuk terjun ke lapangan melakukan inventarisasi masalah.
Langkah taktis ini diambil sebagai bahan persiapan untuk Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang. Tujuannya jelas: mencari solusi agar proyek nasional tetap berjalan, namun kesejahteraan petani lokal tidak dikorbankan.
"Pengecekan nyata di lapangan sangat penting agar kita memiliki data akurat. Nantinya, ini akan dikoordinasikan dengan pihak terkait demi kelancaran program pemerintah sekaligus melindungi hak-hak petani," jelas Kapten Supirno.
Upaya pendampingan ini juga merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung Program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale) demi menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan pembangunan infrastruktur.