Tingkatkan Kemandirian Petani, Babinsa Kodim 0736 Batang Bekali Diri Ilmu Pertanian Organik
BATANG – Peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) di era modern tak lagi sebatas menjaga keamanan teritorial semata. Lebih dari itu, mereka kini dituntut menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di desa binaannya. Menyadari hal tersebut, Kodim 0736/Batang terus berinovasi membekali personelnya dengan keterampilan praktis yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor agraris.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons nyata TNI terhadap keluhan para petani mengenai tingginya biaya produksi pertanian dan peternakan belakangan ini. Babinsa diharapkan mampu hadir membawa solusi alternatif yang murah, mudah, namun efektif.
Pentingnya "Komunikasi Kreatif" Babinsa
Seorang Babinsa yang ideal tidak hanya dituntut memiliki fisik yang prima, tetapi juga kecerdasan sosial dalam membangun komunikasi (Komsos). Serma Zaenal Abidin, Babinsa dari Koramil 05/Reban, menekankan bahwa kreativitas adalah kunci utama untuk mendekati hati warga.
"Komunikasi timbal balik yang hangat adalah pintu masuk terbaik untuk mendeteksi dini permasalahan di desa. Ketika hubungan emosional sudah terbangun, warga tidak akan sungkan menyampaikan keluh kesah mereka, termasuk kendala di sawah," ungkapnya. Hal ini juga dirasakan manfaatnya oleh warga di Kecamatan Reban yang merasa TNI semakin manunggal dengan rakyat.
Belajar Membuat Rotan, Roter, dan Roma
Guna menjawab tantangan tersebut, Kodim 0736/Batang menggelar pelatihan intensif bagi para Babinsa. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Pasiter Kodim 0736/Batang, Kapten Supirno, dengan materi yang sangat spesifik dan aplikatif, yakni pembuatan tiga jenis ramuan organik:
- Rotan: Ramuan Organik Tanaman (untuk kesuburan).
- Roter: Ramuan Organik Ternak (untuk suplemen hewan).
- Roma: Ramuan Organik Hama (pestisida alami).
Solusi Murah Berbasis Kearifan Lokal
Pelatihan ini memiliki tujuan jangka panjang agar setiap Babinsa menguasai teknik pembuatan formula tersebut, untuk kemudian ditularkan (transfer ilmu) kepada kelompok tani di desa binaan masing-masing.
"Harapan kami, masyarakat bisa mandiri memanfaatkan tumbuhan liar yang ada di sekeliling mereka. Dengan Rotan, Roter, dan Roma, petani bisa menyuburkan tanaman dan membasmi hama tanpa harus mengeluarkan biaya mahal untuk membeli produk kimia pabrikan," jelas Kapten Supirno.
Inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan petani di Kabupaten Batang sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui metode yang lebih ramah lingkungan. (Pendim0736)