Slank Merajut Kebangsaan di Batang: Sinergi Musik, Santri, dan Semangat Anti Narkoba di Ponpes Darussalam
BATANG – Musik Rock n' Roll dan dunia pesantren seringkali dianggap sebagai dua kutub yang berbeda. Namun, stigma tersebut runtuh ketika grup band legendaris Indonesia, Slank, hadir di tengah-tengah ribuan santri di Kabupaten Batang. Mengusung tema besar "Silaturahmi Merajut Kebangsaan", Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, dan Abdee membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan semangat nasionalisme dan religiusitas.
Peristiwa bersejarah bagi Slanker Batang dan para santri ini berlangsung pada hari Jumat, 15 September 2017. Bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, acara ini bukan sekadar konser musik biasa, melainkan sebuah gerakan moral untuk memperkokoh persatuan bangsa di tengah isu disintegrasi.
Dokumentasi: Personel Slank disambut hangat oleh pengasuh Ponpes dan Muspika Subah.
Misi Besar Tur Pesantren: Lebih dari Sekadar Hiburan
Tur Pesantren yang disponsori oleh Sinar Mas dan didukung oleh APP (Asia Pulp & Paper) ini menyasar empat kota di Indonesia, dan Kabupaten Batang terpilih menjadi salah satu tuan rumahnya. Kehadiran Slank di Ponpes Darussalam membawa misi ganda: hiburan edukatif dan aksi sosial.
Acara dimulai sejak pukul 15.00 WIB dengan dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari Komandan Koramil (Danramil) 01/Subah Kapten Kav Purbo, jajaran Muspika Kecamatan Subah, Kepala Desa Kemiri Barat, hingga Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat setempat. Sinergi antara TNI, Pemerintah, Ulama, dan Seniman ini menjadi simbol kuat bahwa menjaga keutuhan NKRI adalah tanggung jawab bersama.
Dialog Kebangsaan dan Budaya: Menangkal Radikalisme
Salah satu segmen paling krusial dalam acara ini adalah "Dialog Kebangsaan". Slank tidak sendirian, mereka didampingi oleh budayawan kondang, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw (Sastrow Al Ngatawi), yang merupakan mantan asisten pribadi Gus Dur sekaligus Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU.
Dalam dialog tersebut, ditanamkan nilai-nilai bahwa mencintai Tanah Air adalah sebagian dari iman (Hubbul Wathon Minal Iman). Diskusi ini bertujuan membuka wawasan para santri agar tidak mudah terpapar paham radikalisme yang ingin memecah belah bangsa. Slank menyerukan bahwa perbedaan suku, agama, dan ras di Indonesia adalah kekayaan yang harus dirawat, bukan dipertentangkan.
Dokumentasi: Suasana akrab dialog kebangsaan antara Slank, Budayawan, dan para santri.
Sharing Session: Testimoni Nyata Bahaya Narkoba
Selain isu kebangsaan, Slank juga membawa pesan anti-narkoba yang sangat kuat. Sebagaimana diketahui, personel Slank memiliki masa lalu kelam dengan obat-obatan terlarang namun berhasil bangkit dan bersih total.
Bimbim dan Kaka berbagi pengalaman pahit mereka sebagai mantan pecandu. Mereka menekankan kepada para santri bahwa narkoba tidak hanya merusak tubuh, tetapi juga menghancurkan masa depan dan kreativitas. "Jauhi narkoba, dekati agama dan karya," menjadi pesan inti yang disampaikan. Testimoni langsung dari idola ini diharapkan menjadi benteng psikologis bagi generasi muda Batang agar tidak terjerumus ke lembah hitam narkotika.
Aksi Nyata Sosial dan Lingkungan
Komitmen Slank dan Sinar Mas dalam kegiatan ini diwujudkan dalam berbagai aksi sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan lingkungan, antara lain:
- Wakaf Al-Qur'an: Penyerahan mushaf Al-Qur'an untuk menunjang kegiatan mengaji para santri.
- Bazar Minyak Goreng Murah: Sebanyak 2.000 liter minyak goreng didistribusikan melalui bazar murah untuk membantu perekonomian warga sekitar pesantren.
- Penanaman Pohon: Personel Slank turun langsung menanam pohon palm di area pesantren sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.
- Donasi Pendidikan: Pembagian buku tulis gratis untuk memotivasi semangat belajar santri.
Dokumentasi: Penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus Ponpes Darussalam.
Rangkaian Kegiatan yang Padat dan Bermakna
Kunjungan ini disusun dengan jadwal yang padat namun tetap khidmat. Dimulai dengan ziarah ke makam pendiri Ponpes Darussalam sebagai bentuk penghormatan kepada ulama (ta'dzim), dilanjutkan dengan Sholat Ashar berjamaah yang menunjukkan sisi religius para personel Slank.
Momen bersejarah lainnya adalah peletakan batu pertama untuk pengembangan fasilitas pesantren yang dilakukan bersama oleh personel Slank, Muspika Subah, dan KH. Ali Mas'ud Ahmad S.Ag selaku pengasuh Ponpes. Hal ini menandakan dukungan infrastruktur pendidikan yang berkelanjutan.
Dokumentasi: Penampilan memukau Slank menghibur santri dan warga Batang.
Konser Penutup: Pecahnya Suasana di Subah
Setelah rangkaian acara formal dan Ishoma, acara ditutup dengan penampilan live performance dari Slank. Meskipun tampil di lingkungan pesantren, energi yang dibawakan tetap maksimal. Lagu-lagu hits yang sarat pesan sosial seperti "Balikin", "Ku Tak Bisa", hingga lagu-lagu bertema nasionalisme dibawakan secara akustik dan elektrik.
Para santri dan Slanker yang hadir larut dalam nyanyian bersama. Momen ini menjadi bukti bahwa pesantren adalah tempat yang terbuka terhadap seni dan budaya modern, selama tetap dalam koridor etika dan moral yang baik. Acara ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan doa bersama.
Dokumentasi: Keakraban Kaka Slank dengan para santriwati Ponpes Darussalam.
Kehadiran Slank di Subah, Batang, memberikan warna baru bagi dinamika sosial di daerah ini. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang event atau potensi daerah lainnya, Anda bisa membaca ulasan mengenai Wisata Kreatif Batang yang juga dikelola oleh pemuda-pemudi kreatif.
Semoga semangat "Merajut Kebangsaan" ini terus menyala di hati para santri dan pemuda Batang, menjadikan mereka generasi yang religius, nasionalis, dan bebas narkoba. (Pendim 0736/Batang/Red).