Cegah Pembelokan Sejarah, IPM Batang Dukung Penuh Langkah Kodim 0736
BATANG – Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, polemik mengenai pemutaran kembali film sejarah G30S/PKI sempat mencuat di ruang publik. Namun, dukungan moral dari elemen pemuda di Kabupaten Batang terus mengalir kepada institusi TNI.
Salah satunya datang dari Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Batang. Perwakilan organisasi pelajar ini melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Kodim 0736/Batang untuk menyatakan sikap dan dukungannya terhadap upaya menjaga kemurnian sejarah bangsa.
Membentengi Generasi Muda dari Bahaya Laten
Kedatangan rombongan IPM disambut hangat oleh Kasdim 0736/Batang, Mayor Inf Raji, yang mewakili Komandan Kodim. Dalam pertemuan tersebut, IPM menegaskan pentingnya langkah preventif agar generasi muda tidak buta sejarah, terutama terkait kekejaman ideologi komunis di masa lampau.
Langkah TNI menggelar nonton bareng (nobar) film penumpasan G30S/PKI dinilai sangat relevan di tengah ancaman pemutarbalikan fakta yang kian marak. Hal ini sejalan dengan instruksi pimpinan TNI yang didukung penuh oleh para ulama dan tokoh masyarakat demi keselamatan ideologi negara.
Waspada Komunis Gaya Baru
Dalam kesempatan tersebut, Mayor Inf Raji menjelaskan bahwa agenda nobar ini bukan didasari dendam masa lalu. Lebih dari itu, ini adalah bentuk kewaspadaan nasional terhadap munculnya ideologi komunis gaya baru yang menyusup dengan cara-cara halus dan modern.
"Ideologi komunis itu bahaya laten, ibarat api dalam sekam yang tidak pernah benar-benar padam. Kita harus mengantisipasinya sejak dini agar anak cucu kita tetap memegang teguh Pancasila sebagai satu-satunya asas bernegara," tegas Mayor Raji.
Ajakan Nobar untuk Edukasi Sejarah
Menutup pertemuan, Kasdim 0736/Batang mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar Muhammadiyah, untuk turut meramaikan kegiatan nobar yang diselenggarakan oleh jajaran Koramil di wilayah Kecamatan Batang dan sekitarnya.
Melalui edukasi visual ini, diharapkan masyarakat dapat berpikir jernih dan menggunakan hati nurani dalam menyaring informasi, sehingga tidak mudah terpapar paham-paham radikal yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa Indonesia. (Pendim 0736)