Jadi Narasumber Seminar Kebangsaan, Kapten Inf Supirno Ajak Warga Amalkan Pancasila dalam Keseharian

Daftar Isi

BATANG – Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara sering kali mulai terabaikan. Banyak slogan "Saya Indonesia, Saya Pancasila" didengungkan, namun sayangnya belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku dan tindakan nyata sehari-hari.

Keprihatinan inilah yang menjadi latar belakang digelarnya Seminar Nasional Kebangsaan bertajuk "Implementasi Pancasila dalam Kehidupan" yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan Pustaka Indonesia di wilayah Kabupaten Batang.

Hadir sebagai narasumber utama mewakili Komandan Kodim 0736/Batang, Pasiter Kapten Inf Supirno memberikan paparan yang menggugah kesadaran para peserta mengenai pentingnya revitalisasi nilai-nilai kebangsaan.

Pancasila Bukan Sekadar Hiasan Dinding

Dalam materinya, Kapten Inf Supirno menekankan bahwa penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila oleh pemerintah harus dijadikan momentum kebangkitan moral bangsa. Pancasila tidak boleh hanya berakhir sebagai hafalan saat upacara atau sekadar lambang yang tertempel di dinding kantor.

"Pancasila adalah pedoman hidup (way of life). Bagi kita yang mayoritas Muslim, Pancasila sesungguhnya selaras dengan intisari ajaran agama yang mengajarkan Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan. Begitu juga bagi pemeluk agama lain, nilai universal ini adalah titik temu kita sebagai bangsa," tegasnya.

Meredam Konflik dengan Sila-Sila Pancasila

Lebih lanjut, perwira dari Kodim Batang ini menjelaskan bahwa jika setiap warga negara benar-benar menghayati dan mengamalkan kelima sila tersebut, maka potensi konflik horizontal dapat diredam.

"Jika kita semua mempedomani Pancasila, tidak akan ada lagi caci maki di media sosial, tidak ada lagi permusuhan antar kelompok. Pancasila adalah perekat yang menyatukan kita dalam bingkai NKRI tanpa membedakan suku, agama, dan golongan."

Mengisi Ruang Kosong Pendidikan Karakter

Seminar ini dinilai sangat relevan mengingat hilangnya materi Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang dulu pernah menjadi bekal wajib bagi siswa sekolah.

Kegiatan seperti ini diharapkan mampu mengisi ruang kosong pendidikan karakter bagi generasi muda Batang, agar mereka memiliki fondasi ideologi yang kuat di tengah gempuran budaya asing. (Pendim 0736/Batang)