Kasdim Batang Sambangi Ponpes Tazakka

Daftar Isi

BATANG – Pondok Pesantren (Ponpes) tidak lagi sekadar menjadi tempat mengaji kitab kuning semata, melainkan telah bertransformasi menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang unggul. Salah satu ikon pendidikan Islam modern yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Batang adalah Pondok Pesantren Modern Tazakka.

Terletak di lokasi strategis Desa Sidayu, Kecamatan Bandar, Ponpes Tazakka dikenal memiliki jaringan internasional yang kuat, termasuk kerjasama pendidikan dengan berbagai institusi di kawasan Timur Tengah (Liga Arab). Keunggulan inilah yang menjadikan Tazakka sebagai mitra strategis TNI dalam membina wawasan kebangsaan.

Kunjungan Kasdim 0736 Batang ke Ponpes Modern Tazakka
Suasana hangat pertemuan antara Kasdim 0736/Batang dengan Pimpinan Ponpes Tazakka, KH. Anang Rizka Masyhadi.

Dalam rangka mempererat hubungan harmonis antara institusi pertahanan negara dan lembaga pendidikan agama, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0736/Batang, Mayor Inf. Raji, melaksanakan kunjungan silaturahmi pada Minggu sore (24/09). Didampingi oleh Danramil 07/Bandar beserta jajaran Perwira Seksi Kodim (Pasidim), rombongan disambut hangat oleh Pimpinan Ponpes, KH. Anang Rizka Masyhadi dan Pengurus Yayasan, Ustadz Annizar Masyhadi.

Membangun Benteng Pertahanan Non-Militer

Dalam pertemuan yang penuh keakraban tersebut, Mayor Inf. Raji menyampaikan pesan-pesan strategis terkait pertahanan non-militer. Menurutnya, ancaman terbesar bangsa saat ini bukan hanya serangan fisik, melainkan degradasi moral, radikalisme, dan penyalahgunaan narkoba yang mengincar generasi muda.

"Kami berharap KH. Anang Rizka Masyhadi selaku pimpinan, beserta seluruh pengasuh, selalu jeli dan waspada terhadap lingkungan sekitar. Jangan sampai ada pihak eksternal yang tidak bertanggung jawab menyusup ke lingkungan pesantren dengan tujuan merusak akidah santri maupun mencoreng nama baik Ponpes Tazakka yang sudah harum," ujar Kasdim.

Lebih lanjut, Kasdim menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pesantren. Penanaman rasa cinta tanah air (nasionalisme) harus berjalan beriringan dengan pendalaman ilmu agama. Selain itu, isu peredaran narkoba juga menjadi sorotan utama.

"Narkoba adalah musuh nyata. Kami memohon agar Tazakka menjadi garda terdepan dalam membentengi santri dari barang haram tersebut. Jika ada indikasi atau informasi sekecil apapun terkait peredaran narkoba atau ancaman yang merusak generasi bangsa, segera koordinasikan dengan instansi terkait agar kita bisa mengambil tindakan cepat dan terukur," tegas Mayor Raji.

Tazakka: Dari Batang untuk Indonesia dan Dunia

Menanggapi arahan dari pihak Kodim, KH. Anang Rizka Masyhadi menegaskan komitmen Tazakka yang tegak lurus terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beliau menjelaskan bahwa filosofi pendirian Tazakka adalah untuk membangun Indonesia, dimulai dari pinggiran, yakni dari Kabupaten Batang.

"Kami berkomitmen membangun Indonesia. Sejatinya, jika saya hanya memikirkan kepentingan pribadi, mungkin saya tidak akan menetap di Batang. Namun, kami memilih pulang kampung untuk mendirikan Pesantren Tazakka demi kemajuan umat di daerah. Di sini, kami menanamkan doktrin Hubbul Wathon Minal Iman (Cinta Tanah Air sebagian dari Iman)," ungkap Kyai muda kharismatik tersebut.

Diskusi Kebangsaan di Ponpes Tazakka
Diskusi mengenai rencana pembangunan infrastruktur pendidikan dan militer di wilayah Kecamatan Bandar.

Visi Besar: Universitas Tazakka dan Hibah Lahan Koramil

Dalam kesempatan emas ini, KH. Anang juga memaparkan visi besar pengembangan institusi. Tazakka tidak akan berhenti pada level pendidikan menengah. Rencana strategis berikutnya adalah pendirian Universitas Tazakka. Ini merupakan investasi pendidikan jangka panjang yang akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Batang dan sekitarnya.

"Insya Allah, kami mohon doa restu untuk pembangunan Universitas Tazakka. Rencananya, pada saat peresmian nanti, kami berkeinginan mengundang Pangdam IV/Diponegoro," imbuhnya.

Tak hanya fokus pada pendidikan, kepedulian Tazakka terhadap infrastruktur pertahanan wilayah juga sangat tinggi. KH. Anang mengungkapkan rencana pihak yayasan untuk menghibahkan tanah guna pembangunan markas Komando Rayon Militer (Koramil) Bandar yang baru. Hal ini mengingat status tanah Koramil Bandar saat ini masih milik PT. Pegadaian.

"Kami merencanakan momen serah terima atau realisasi hibah lahan untuk Koramil baru ini pada saat peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2017 mendatang. Ini wujud nyata kemanunggalan Pesantren dengan TNI," jelas KH. Anang.

Melawan Lupa Sejarah: Nobar Film G30S/PKI

Menutup diskusinya, Pimpinan Ponpes Tazakka menyatakan dukungan penuh terhadap instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kala itu) mengenai pemutaran kembali film sejarah G30S/PKI. Tazakka memandang sejarah kelam pemberontakan komunis sebagai pelajaran berharga yang tidak boleh dilupakan oleh generasi milenial.

"Kami mendukung penuh ketegasan Panglima TNI masalah bahaya laten PKI. Kami berencana menggelar Nonton Bareng (Nobar) dengan mengundang para ulama, tokoh masyarakat, santri Tazakka, serta siswa sekolah di sekitar Kecamatan Bandar," paparnya.

Diperkirakan, acara tersebut akan dihadiri sekitar 2.500 peserta. Tujuannya sangat jelas: memberikan literasi sejarah yang valid agar santri tidak mudah terpengaruh oleh paham komunis gaya baru yang seringkali menyusup dengan berbagai kedok dan kemasan modern. Sinergi seperti yang dilakukan TNI AD di berbagai wilayah ini menjadi kunci stabilitas nasional.

Kolaborasi antara Ponpes Tazakka dan Kodim 0736/Batang ini menjadi bukti bahwa persatuan antara kaum religius dan nasionalis adalah fondasi terkuat bagi kedaulatan NKRI. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan di wilayah Batang dapat diakses melalui portal berita mBatang.com.

(Sumber: Pendim 0736/Batang - Editor: Tim Mbatang)