Ajak Santri Melek Sejarah, Koramil 04/Bawang Gelar Nobar G30S/PKI di Ponpes Nasrul Huda

Daftar Isi

BATANG – Pondok pesantren (Ponpes) memiliki peran sentral dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Di era modern ini, perhatian terhadap kalangan santri terus meningkat, tidak hanya dari kalangan politisi, namun juga dari institusi militer yang melihat santri sebagai mitra strategis dalam pertahanan wilayah.

Sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya kaum santri, Koramil 04/Bawang menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film sejarah Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. Acara ini berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Nasrul Huda, Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang.

Merajut Sinergi untuk Keutuhan NKRI

Danramil 04/Bawang, Kapten Inf Sumargiyono, menegaskan bahwa kedekatan TNI dengan santri bukanlah manuver politik, melainkan murni untuk kepentingan pertahanan negara.

"Baik TNI maupun para santri memiliki tujuan akhir yang sama, yaitu kemaslahatan umat dan kedaulatan bangsa. Sinergi ini penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala ancaman," ujar Kapten Sumargiyono dalam sambutannya.

Beliau juga mengajak seluruh warga negara, termasuk para santri, untuk mendukung kebijakan pemerintah yang sah dan terus waspada terhadap bahaya laten komunis yang bisa memecah belah bangsa.

Jasmerah: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah

Acara nobar ini disambut antusias oleh Pimpinan Ponpes Nasrul Huda, KH. Syarifudin Munif. Menurut beliau, pemutaran film sejarah ini sangat efektif untuk mengingatkan kembali generasi muda akan peristiwa kelam yang pernah menimpa bangsa ini.

"Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Para santri jadi tergugah kembali jiwa nasionalismenya. Sejarah membuktikan bahwa bersatunya TNI dan santri adalah kekuatan dahsyat, seperti saat masa perebutan kemerdekaan dahulu," ungkap KH. Syarifudin.

Melalui kegiatan edukatif ini, diharapkan para santri di Kabupaten Batang tidak hanya mumpuni dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh sebagai benteng terakhir pertahanan ideologi Pancasila. (Pendim 0736/Batang)