Taman Pusat Edukasi Mangrove Sigandu
BATANG – Garis pantai di wilayah Kabupaten Batang tercatat sebagai salah satu yang terpanjang di jalur Pantura (Pantai Utara) Jawa. Potensi geografis ini ibarat dua sisi mata uang; di satu sisi menawarkan keindahan panorama laut yang memukau, namun di sisi lain menyimpan ancaman serius berupa abrasi atau pengikisan daratan oleh air laut. Menyadari urgensi tersebut, kolaborasi antara pemerintah, elemen masyarakat, dan lembaga kemanusiaan menjadi kunci mutlak dalam upaya penyelamatan pesisir.
Sebagai langkah konkret dan strategis, Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Batang dan akademisi meluncurkan sebuah inisiatif hijau bertajuk Taman Pusat Edukasi Mangrove Sigandu. Kawasan ini tidak hanya dirancang sebagai benteng alami penahan ombak, tetapi juga sebagai destinasi "Mangrove Fantasi" yang memadukan konsep konservasi, edukasi, dan pariwisata.
Suasana asri di kawasan Taman Pusat Edukasi Mangrove Sigandu yang menjadi paru-paru baru Pantura Batang.
Sinergi PMI dan IPB: Konservasi Berbasis Masyarakat
Acara peresmian atau launching kawasan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua PMI Pusat, Letjen Purnawirawan Sumarsono, pada Jumat (29/09). Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa menanam mangrove bukan sekadar aktivitas lingkungan, melainkan sebuah manifestasi rasa syukur dan cinta manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara merawat alam ciptaan-Nya.
“Masyarakat harus peduli untuk menyelamatkan garis pantai dari abrasi. Caranya adalah dengan ikut aktif menanam dan merawat mangrove. Ini adalah investasi jangka panjang untuk anak cucu kita agar daratan tidak hilang tergerus ombak,” tegas Sumarsono di hadapan para tamu undangan.
Program ini merupakan hasil kerjasama strategis antara PMI dengan Pusat Kajian Pesisir dan Laut Institut Pertanian Bogor (IPB). Keterlibatan akademisi dari IPB memastikan bahwa jenis mangrove yang ditanam sesuai dengan karakteristik tanah di Pantai Sigandu, serta metode pemeliharaannya dilakukan secara ilmiah untuk tingkat keberhasilan hidup tanaman yang lebih tinggi.
Potensi Ekonomi Kreatif dari Hutan Bakau
Selain fungsi ekologis sebagai penahan abrasi dan penyerap karbon (carbon sink), hutan mangrove memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan manajemen yang tepat. Dalam edukasi yang disampaikan, disebutkan bahwa tanaman bakau memiliki segudang manfaat turunan.
Buah dan bagian tanaman mangrove dapat diolah menjadi berbagai aneka produk kreatif bernilai jual tinggi, seperti:
- Produk Kuliner: Sirup mangrove, dodol, keripik, hingga tepung pidada.
- Pewarna Alami: Getah dan kulit batang mangrove dapat dijadikan pewarna alami untuk industri Batik Batang yang terkenal.
- Ekowisata: Menjadi spot foto instagramable, jalur trekking sepeda, dan wisata edukasi sekolah.
Hal ini membuka peluang bisnis baru bagi warga sekitar pesisir Sigandu untuk meningkatkan taraf ekonomi melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis hasil hutan bukan kayu.
Wakil Ketua PMI Pusat bersama jajaran Muspika Batang melakukan aksi simbolis penanaman bibit mangrove.
Dukungan Penuh TNI dan Pemerintah Daerah
Keberhasilan program lingkungan tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi lintas sektoral terlihat jelas dalam kegiatan ini. Hadir mendampingi rombongan pusat, Kasdim 0736/Batang Mayor Inf. Raji menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara, termasuk kedaulatan lingkungan dari ancaman bencana alam.
Senada dengan seniornya, Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji secara aktif mengajak peran serta masyarakat pesisir pantai Sigandu. “TNI siap mengawal dan membantu masyarakat. Merawat pohon mangrove yang sudah ditanam adalah tugas bersama. Jangan sampai bibit yang sudah ditanam rusak karena kelalaian kita,” ujarnya.
Acara launching Kawasan Pusat Mangrove Fantasi ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, yang menunjukkan besarnya skala dukungan terhadap proyek ini:
- Wakil Ketua PMI Pusat, Letjen Purn. Sumarsono
- Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah
- Wakil Bupati Batang, Bapak Suyono, S.IP
- Perwakilan American Red Cross (Amcross), Bapak Andi
- Tim Ahli dari IPB, Bapak dr. Akbar
- Ketua PMI Kab. Batang, Bapak A. Tofiq
- Jajaran Muspika dan Kepala OPD Kab. Batang
- Perwakilan dari PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI)
Menuju Batang sebagai Kota Ekowisata
Kehadiran Taman Pusat Edukasi Mangrove Sigandu ini menambah daftar panjang destinasi wisata di Batang. Konsep "Mangrove Fantasi" diharapkan mampu menarik minat kaum milenial dan keluarga untuk berwisata sambil belajar (edutainment).
Dengan adanya infrastruktur wisata yang memadai seperti jembatan titian kayu (boardwalk), gazebo pantau, dan pusat informasi, pengunjung dapat menikmati sejuknya udara pantai tanpa merusak ekosistem di bawahnya. Ini adalah model pariwisata berkelanjutan yang sedang digalakkan di seluruh dunia untuk melawan dampak perubahan iklim.
Mari kita dukung upaya pelestarian ini. Berkunjung ke Sigandu bukan hanya soal liburan, tapi juga bentuk dukungan nyata terhadap kelestarian alam Pantura.
(Sumber: Pendim 0736/Editor: Tim Mbatang)