Jaga Kondusivitas Jateng, TNI-Polri Batang Gelar Penyekatan Massa Aksi Borobudur
BATANG – Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Jawa Tengah menjadi prioritas utama jajaran aparat keamanan. Menyikapi rencana aksi mobilisasi massa ke Magelang (Candi Borobudur), aparat gabungan di Kabupaten Batang mengambil langkah preventif yang tegas namun terukur.
Sinergitas solid ditunjukkan oleh Polres Batang dan Kodim 0736/Batang dengan menggelar operasi penyekatan di sejumlah titik strategis jalur Pantura. Langkah ini diambil untuk memfilter pergerakan massa yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di obyek vital nasional.
Pemeriksaan Humanis di Jalur Pantura
Dalam operasi gabungan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas dan terindikasi membawa rombongan massa aksi. Meski bersiaga penuh, pendekatan yang dilakukan aparat TNI-Polri tetap mengedepankan sisi humanis dan persuasif.
Petugas memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Candi Borobudur merupakan cagar budaya warisan dunia yang harus dijaga kelestariannya, sehingga tidak tepat jika dijadikan lokasi unjuk rasa.
Solidaritas Tidak Harus Demo
Pihak keamanan menegaskan bahwa larangan aksi di lokasi wisata bukan berarti melarang masyarakat untuk bersolidaritas terhadap tragedi kemanusiaan. Justru, TNI dan Polri mengajak masyarakat Batang untuk menyalurkan aspirasinya melalui cara-cara yang lebih elegan.
"Aksi solidaritas tidak harus dengan turun ke jalan. Kita bisa melakukannya dengan cara yang lebih santun, seperti menggelar doa bersama (istighosah) di masjid-masjid atau menggalang dana kemanusiaan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh saudara kita yang membutuhkan."
Komitmen Jaga Batang Tetap Aman
Melalui kegiatan penyekatan dan patroli gabungan ini, Kodim 0736/Batang dan Polres Batang berkomitmen untuk memastikan wilayahnya tetap kondusif. Sinergitas ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat. (Pendim 0736/Batang)