Sigap Bencana: Koramil Blado Tembus Longsoran Jalur Vital Gerlang-Batur, Pulihkan Nadi Ekonomi Warga
BATANG – Memasuki kuartal akhir tahun, wilayah Kabupaten Batang mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Perubahan musim ini membawa keberkahan bagi alam dan pertanian, namun di sisi lain juga menuntut kewaspadaan tinggi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah dataran tinggi yang memiliki kontur tanah labil.
Kecamatan Blado, sebagai salah satu wilayah pegunungan di Batang, menjadi area yang rawan terjadi pergeseran tanah. Benar saja, hujan lebat yang mengguyur wilayah ini memicu insiden tanah longsor di Desa Gerlang. Peristiwa ini tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga sempat melumpuhkan urat nadi perekonomian warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani sayur.
Dokumentasi: Sinergitas TNI, Polri, dan warga saat membersihkan material longsor di Tanjakan Kradenan, Blado.
Kronologi Kejadian: Malam Mencekam di Dukuh Keradenan
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Komando Rayon Militer (Koramil) 09/Blado, bencana tanah longsor tersebut terjadi pada hari Kamis malam, tanggal 5 Oktober 2017, sekitar pukul 23.30 WIB. Lokasi tepatnya berada di Dukuh Keradenan, Desa Gerlang, Kecamatan Blado.
Tebing yang berada di sisi jalan Tanjakan Kradenan tidak kuat menahan debit air hujan, sehingga material tanah, batu, dan pepohonan longsor menutupi badan jalan raya. Padahal, jalan ini adalah jalur strategis yang menghubungkan Gerlang (Batang) dengan Batur (Banjarnegara). Jalur ini juga dikenal sebagai jalur alternatif favorit wisatawan maupun armada logistik dari Pantura menuju kawasan Dataran Tinggi Dieng.
Respons Cepat Komando Kewilayahan
Sebagai satuan teritorial, Kodim 0736/Batang memegang teguh prinsip "Temu Cepat Lapor Cepat". Menyikapi laporan bencana tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0736/Batang langsung menginstruksikan Danramil 09/Blado untuk segera mengambil tindakan taktis.
Pada Jumat pagi (06/10), tanpa menunggu alat berat yang mungkin memakan waktu lama untuk sampai ke lokasi, Danramil 09/Blado mengerahkan anggotanya untuk melaksanakan Karya Bhakti. Sinergitas terlihat jelas di lapangan, di mana anggota TNI bahu-membahu bersama anggota Polsek Blado, petugas Pekerjaan Umum (PU) Kecamatan Blado, dan puluhan warga setempat.
Semangat gotong royong ini sejalan dengan soliditas yang juga ditunjukkan TNI dalam berbagai kesempatan, seperti pada peringatan HUT TNI Anggota Kodim Datangi Mapolres, yang membuktikan bahwa kekompakan TNI-Polri tidak hanya di acara seremonial, tetapi juga nyata di medan bencana.
Dokumentasi: Upaya pembersihan material tanah secara manual agar jalan segera bisa dilalui kendaraan.
Pentingnya Jalur Gerlang-Batur bagi Ekonomi Warga
Mengapa penanganan longsor ini harus dilakukan secepat mungkin? Desa Gerlang adalah salah satu sentra penghasil sayuran terbesar di Kabupaten Batang. Kentang, kubis, dan wortel dari daerah ini didistribusikan ke pasar-pasar induk di Bandar, Bawang, hingga ke Batur Banjarnegara.
Kepala Desa Gerlang, Bapak Sukowiyono, mengungkapkan rasa lega dan terima kasihnya atas respons cepat dari TNI dan Polri. "Jalan ini adalah nyawa bagi petani kami. Jika jalan tertutup sehari saja, sayuran bisa busuk dan petani merugi jutaan rupiah. Terima kasih kepada Bapak-bapak Koramil dan Polsek yang telah meluangkan waktu dan tenaga membersihkan longsoran, sehingga warga kami segera dapat menjual hasil pertaniannya," ujar Sukowiyono.
Mitigasi dan Imbauan Keselamatan
Pembersihan material longsor dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sekop, serta penyemprotan air untuk membersihkan sisa lumpur licin di aspal. Berkat kerja keras semua pihak, akses jalan Gerlang-Batur kembali terbuka dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat pada hari itu juga.
Meski jalur sudah terbuka, pihak Koramil 09/Blado tetap memberikan imbauan kepada pengguna jalan. Kontur jalan pegunungan yang berkelok dan diapit tebing curam menuntut kewaspadaan ekstra, terutama saat hujan turun dan kabut tebal menyelimuti pandangan.
TNI Manunggal dengan Rakyat
Peristiwa di Gerlang ini menjadi bukti nyata implementasi 8 Wajib TNI, yaitu menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah bencana memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat.
Bencana alam adalah ujian yang tidak bisa diprediksi, namun kesigapan dan gotong royong adalah kunci untuk menghadapinya. Semoga sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat Batang terus terjaga demi mewujudkan wilayah yang tangguh bencana dan sejahtera. (Pendim0736/Red).