Wisata Edukasi Seru: TK Kartika III-29 Batang Ajak Siswa Mengenal Satwa di Batang Dolphin Center (TSI) Sigandu

Daftar Isi

BATANG – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) adalah fase emas (golden age) dalam pertumbuhan kognitif anak. Pada masa ini, metode pembelajaran visual dan interaksi langsung dengan objek belajar jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori di dalam kelas. Memahami pentingnya hal tersebut, Yayasan Kartika Jaya Koordinator Kodim 0736/Batang mengambil inisiatif kreatif dalam metode pengajarannya.

Pada tanggal 28 Oktober, suasana di kawasan wisata Pantai Sigandu tampak lebih ceria dari biasanya. Rombongan Dewan Guru dan siswa-siswi TK Kartika III – 29 Kodim 0736/Batang melaksanakan kegiatan belajar di luar ruang (outing class) dengan mengunjungi Batang Dolphin Center (BDC) yang merupakan unit dari Taman Safari Indonesia (TSI).

Kunjungan TK Kartika III-29 Batang ke Batang Dolphin Center
Dokumentasi: Keceriaan siswa-siswi TK Kartika III-29 Kodim Batang saat berfoto bersama di area Batang Dolphin Center.

Mengenalkan Satwa Dunia Secara Nyata

Kepala TK Kartika III – 29 Kodim 0736/Batang, Ibu Enis Setyoningsih S.Pd Aud, yang memimpin langsung rombongan tersebut menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan keanekaragaman hayati kepada anak didik. Tidak hanya satwa lokal, namun juga berbagai spesies satwa dari berbagai belahan dunia yang menjadi koleksi Taman Safari Indonesia unit Batang.

"Anak-anak pada usia TK memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Dengan mengajak mereka ke BDC TSI, kami ingin memfasilitasi rasa ingin tahu tersebut. Mereka bisa melihat bentuk asli, mendengar suara, dan mengamati perilaku hewan secara langsung. Ini adalah pengalaman sensorik yang tidak bisa digantikan oleh buku pelajaran," ungkap Enis Setyoningsih di sela-sela kegiatan pendampingan.

Sebanyak 75 anak didik tampak antusias sejak turun dari kendaraan. Petualangan mereka dimulai tepat dari pintu masuk, di mana mereka disambut oleh koleksi Kuda Nil (Hippopotamus) yang menjadi salah satu ikon BDC. Ukurannya yang besar membuat anak-anak takjub, memicu berbagai pertanyaan kritis dan lucu khas anak-anak yang menjadi bahan diskusi edukatif antara guru dan siswa.

Belajar Ekosistem Darat dan Air

Batang Dolphin Center bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan lembaga konservasi ex-situ yang lengkap. Ibu Enis memaparkan bahwa kegiatan ini selaras dengan tema pembelajaran kurikulum sekolah, yaitu "Binatang".

"Harapannya, anak-anak dapat membedakan secara visual mana binatang yang hidup di darat dan mana yang hidup di air. Mereka melihat unta, zebra, dan berbagai reptil sebagai wakil hewan darat. Kemudian mereka juga diajak melihat lumba-lumba sebagai representasi mamalia air yang cerdas. Rencananya, kunjungan edukatif seperti ini akan kami tetapkan sebagai program pembelajaran tahunan," tambahnya.

Konsep belajar di alam terbuka ini juga didukung penuh oleh Komando Distrik Militer (Kodim) setempat. Hal ini terlihat dari kehadiran Ketua Yayasan Kartika, Ny. Hilda Fajar Ali Nugraha, yang turut mendampingi anak-anak. Pengamanan dan ketertiban selama kegiatan juga dijamin dengan pendampingan dari anggota Provost Kodim 0736/Batang, sehingga orang tua merasa aman dan nyaman melepas anak-anaknya berwisata.

Atraksi Lumba-Lumba dan Burung Kakak Tua: Puncak Keseruan

Puncak dari kunjungan edukasi ini adalah pertunjukan satwa. Anak-anak diajak berkumpul di tribun arena pertunjukan untuk menyaksikan kepintaran Burung Kakak Tua Jambul Kuning dan Lumba-Lumba Hidung Botol.

Atraksi ini bukan sekadar hiburan sirkus, melainkan presentasi edukasi (educational show). Pemandu acara menjelaskan tentang kebiasaan makan lumba-lumba, cara mereka bernapas, hingga bahaya sampah plastik bagi kehidupan laut. Pesan-pesan konservasi lingkungan ini ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai alam.

Jika Anda tertarik dengan wisata berbasis alam lainnya di Batang yang cocok untuk keluarga, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk mengunjungi Ulasan Lengkap Batang Dolphin Center Pantai Sigandu yang mengupas tuntas fasilitas di sana.

Testimoni Orang Tua Murid

Respons positif tidak hanya datang dari pihak sekolah, tetapi juga dari wali murid. Saudara Andre, orang tua dari salah satu siswi bernama Adinda Niken, mengungkapkan kepuasannya terhadap program sekolah ini.

"Kegiatan ini sangat positif. Anak saya, Niken, terlihat sangat bahagia dan terhibur. Dia bisa melihat satwa yang selama ini hanya dilihat di TV atau buku gambar. Bahkan saking asyiknya melihat lumba-lumba, dia sampai tidak mau diajak pulang. Ini membuktikan bahwa belajar sambil bermain adalah metode yang paling disukai anak-anak," tutur Andre.

Mengapa Wisata Edukasi Penting?

Kunjungan TK Kartika III-29 ke Batang Dolphin Center ini memberikan contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dapat memanfaatkan potensi lokal Batang untuk kepentingan akademis. Kabupaten Batang memiliki kekayaan pariwisata yang lengkap, mulai dari pantai hingga pegunungan, yang semuanya bisa dijadikan laboratorium alam.

Selain melatih motorik kasar dengan berjalan mengelilingi area kebun binatang mini (mini zoo), kegiatan ini juga melatih kemampuan sosial anak dalam berinteraksi dengan teman sebayanya di lingkungan baru. Sinergi antara Yayasan Kartika, Kodim 0736/Batang, dan pihak pengelola wisata menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik.

Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus digalakkan tidak hanya oleh TK Kartika, tetapi juga lembaga pendidikan lainnya di Batang, guna mencetak generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. (Pendim0736/Red).