Sinergitas Babinsa Limpung dan Warga Desa Timbang: Wujudkan Revolusi Sanitasi Sehat Melalui Program Jambanisasi

Daftar Isi

BATANG – Kesehatan masyarakat merupakan pilar utama dalam membangun ketahanan nasional yang kuat. Salah satu indikator mendasar dari masyarakat yang sehat adalah terciptanya sanitasi lingkungan yang layak dan bersih. Menyadari hal tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) terus bergerak aktif mendukung program pemerintah daerah dalam mengentaskan masalah kesehatan lingkungan.

Di Kabupaten Batang, upaya jemput bola untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya hidup sehat terus digalakan. Hal ini tercermin dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih. Serka Hermansyah, Babinsa dari Koramil 02/Limpung Kodim 0736/Batang, hadir di tengah-tengah warga untuk memberikan edukasi sekaligus motivasi dalam Rapat Pleno Pemicuan Stimulan Jambanisasi.

Serka Hermansyah Babinsa Limpung ajak masyarakat hidup bersih dalam rapat jambanisasi
Dokumentasi: Serka Hermansyah saat memberikan sambutan terkait pentingnya sanitasi di Balai Desa Timbang.

Pentingnya Sanitasi: Lebih Dari Sekadar Kebersihan Fisik

"Lingkungan yang bersih merupakan idaman semua orang. Dengan bersihnya lingkungan, kesehatan para penghuninya akan senantiasa terjaga dan produktivitas warga pun akan meningkat," ujar Serka Hermansyah dalam pembukaan sambutannya yang disambut antusias oleh warga.

Kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk mendukung program pemerintah pusat dan daerah dalam membebaskan masyarakat dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF). Program jambanisasi hadir sebagai solusi nyata dengan memberikan bantuan stimulan kepada warga yang belum memiliki akses sanitasi layak.

Kehadiran TNI dalam program kesehatan ini bukanlah hal baru. Sinergitas antara Kodim 0736/Batang dengan Dinas Kesehatan (DKK) Kabupaten Batang telah terjalin harmonis selama bertahun-tahun. Kerja sama lintas sektoral ini membuktikan bahwa TNI AD tidak hanya fokus pada pertahanan militer, tetapi juga peduli pada kesejahteraan dan kesehatan rakyat melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Sinergitas Lintas Sektoral di Desa Timbang

Rapat pleno ini dihadiri oleh berbagai elemen pimpinan kecamatan dan desa, menunjukkan keseriusan semua pihak dalam menangani isu sanitasi. Turut hadir dalam acara tersebut:

  • Kapolsek Limpung, AKP Raharjo, S.H., M.P.H.
  • Kepala Puskesmas Banyuputih, dr. Ratna.
  • Danramil 02/Limpung yang diwakili oleh Bati Bhakti TNI, Serka Hermansyah.
  • Kepala Desa Timbang yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Bapak Arifin.
  • Serta tokoh masyarakat dan warga penerima manfaat.

Kehadiran unsur TNI dan Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas/Kapolsek) dalam forum ini memberikan pesan kuat bahwa keamanan lingkungan tidak hanya soal kriminalitas, tetapi juga keamanan dari ancaman bibit penyakit yang bisa melemahkan generasi penerus bangsa. Simak juga bagaimana sinergitas serupa dibangun dalam kegiatan Polres Batang Gelar Pasukan yang melibatkan berbagai instansi.

Memutus Mata Rantai Penyakit: Teori Lalat dan Makanan

Dalam pemaparannya yang lugas dan mudah dipahami warga, Serka Hermansyah menekankan hal yang bersifat fundamental. Ia menyoroti rutinitas sehari-hari yang sering dianggap sepele namun berdampak fatal, yaitu aktivitas buang air besar.

"Kesehatan harus dimulai dari kedisiplinan diri sendiri. Apabila kotoran manusia tidak dibuang pada tempatnya (jamban), maka kotoran tersebut akan menjadi sarang penyakit. Lalat akan hinggap di sana, kemudian terbang dan hinggap kembali di makanan kita. Inilah siklus penyakit yang harus kita putus," tegas Hermansyah.

Edukasi ini sangat krusial mengingat masih adanya anggapan di sebagian masyarakat pedesaan bahwa membuang kotoran di sungai atau kebun adalah hal yang lumrah. Padahal, dampak jangka panjangnya bisa menyebabkan wabah diare, disentri, hingga masalah stunting pada anak-anak akibat infeksi berulang.

Konsep Stimulan: Membangun Kemandirian Warga

Program jambanisasi yang disosialisasikan ini bersifat "stimulan". Serka Hermansyah menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah berupa material utama jamban (kloset dan material pendukung) dimaksudkan untuk memicu semangat kemandirian warga.

"Jangan sampai bantuan sudah turun, material sudah ada, tapi tidak terpasang. Pemerintah memberikan pancingnya, bapak-ibu sekalian yang harus berusaha. Stimulan ini berarti masyarakat juga harus berkontribusi, misalnya dengan tenaga untuk menggali lubang septic tank atau menyediakan material tambahan secara swadaya," imbuhnya.

Konsep gotong royong inilah yang ingin dibangkitkan kembali. Pembangunan jamban bukan semata-mata proyek fisik, melainkan pembangunan karakter masyarakat yang bertanggung jawab atas kesehatan keluarganya sendiri. Hal ini sejalan dengan semangat gotong royong yang juga sering digelorakan dalam kegiatan TMMD Sengkuyung Kodim Batang di berbagai desa.

Kesiapan Verifikasi dan Tindak Lanjut

Menutup arahannya, Serka Hermansyah memberikan pengingat penting (warning order) kepada seluruh peserta rapat. Rencananya, pada hari Sabtu tanggal 11 November, Tim Verifikasi dari Kabupaten Batang akan turun langsung ke lapangan.

"Tim akan datang mengecek kesiapan warga, apakah lubang pembuangan sudah siap atau belum, dan apakah komitmen warga benar-benar dijalankan. Kami dari Koramil dan Polsek akan mendampingi proses verifikasi ini untuk memastikan semuanya berjalan lancar," pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih, dapat segera mendeklarasikan diri sebagai desa yang bebas dari perilaku buang air besar sembarangan, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Batang dalam hal kemandirian kesehatan lingkungan. (Pendim0736/Red).