Uji Ketrampilan Renang Militer: Kodim 0736/Batang Tingkatkan Profesionalisme Prajurit Melalui Tes Kesemaptaan

Daftar Isi

BATANG - Profesionalisme seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya diukur dari kemampuan menembak atau strategi bertempur semata. Ketahanan fisik yang prima dan kemampuan bertahan di segala medan menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan negara. Salah satu kemampuan vital yang wajib dikuasai oleh setiap personel adalah kemampuan berenang, khususnya renang militer.

Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan fisik tersebut, sebanyak 250 prajurit gabungan dari Kodim 0736/Batang dan Kodim 0710/Pekalongan menggelar Uji Ketrampilan Perorangan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari tes Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik dan sebagai syarat mutlak bagi personel yang akan diusulkan dalam Uji Kenaikan Pangkat (UKP) periode 01/04/2018.

Tes Renang Militer Kodim Batang dan Pekalongan
Dokumentasi: Prajurit Kodim 0736/Batang saat melaksanakan tes renang dasar di Karanganyar.

Standar Tinggi Tes Kesemaptaan Jasmani

Sebelum memasuki tahap uji ketrampilan renang, para prajurit terlebih dahulu harus menyelesaikan tes kesemaptaan A dan B yang meliputi lari, pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run. Setelah fisik mereka ditempa di darat, ujian berlanjut ke media air.

Bertempat di Kolam Renang Karanganyar, Kabupaten Batang, pada tanggal 1 November, atmosfer kedisiplinan terasa sangat kental. Para prajurit dituntut untuk mampu menaklukkan lintasan air sejauh 50 meter. Tidak sekadar sampai ke garis finis, mereka harus menggunakan gaya dada (gaya katak) dengan batasan waktu maksimal 1 menit. Standar penilaian yang ketat ini diawasi langsung oleh Tim Jasmani Korem (Jasrem) 071/Wijaya Kusuma untuk memastikan objektivitas dan kualitas hasil tes.

Filosofi Taktis di Balik Renang Gaya Dada

Mungkin masyarakat awam bertanya-tanya, mengapa harus gaya dada atau gaya katak? Mengapa bukan gaya bebas yang cenderung lebih cepat? Komandan Kodim (Dandim) 0736/Batang, Letkol Inf Fajar Ali Nugraha S.Sos, memberikan penjelasan taktis yang mendalam mengenai hal ini.

Menurut Letkol Fajar, pemilihan gaya katak bukan tanpa alasan. Dalam operasi militer sesungguhnya, kerahasiaan pergerakan adalah kunci keberhasilan misi. Gaya dada memungkinkan prajurit berenang dengan percikan air yang minim (silent swimming) sehingga tidak mudah terdeteksi musuh. Selain itu, gaya ini dinilai paling efisien dalam menghemat tenaga, yang sangat krusial saat prajurit dihadapkan pada medan Ralasuntai (Rawa, Laut, Sungai, dan Pantai).

"Renang dasar ini hukumnya wajib. Jika renang dasar tanpa beban saja tidak mampu, mustahil prajurit bisa melaksanakan renang militer tingkat lanjut, di mana mereka harus berenang menggunakan pakaian dinas lapangan (PDL) lengkap, sepatu lars, helm, dan senjata perorangan," tegas Dandim Batang di sela-sela pengawasannya.

Sinergi Tugas: Dari Operasi Zebra ke Kolam Renang

Dedikasi pimpinan terlihat jelas dalam kegiatan ini. Usai menghadiri upacara pembukaan Operasi Zebra Candi tahun 2017 di Mapolres Batang, Letkol Inf Fajar Ali Nugraha langsung meluncur ke lokasi tes renang. Kehadiran orang nomor satu di Kodim Batang tersebut bukan hanya untuk mengawasi, tetapi juga memberikan suntikan moril dan motivasi kepada anggotanya.

Dalam arahannya, Beliau menekankan pentingnya faktor keamanan dan keselamatan (safety first). Meskipun target kelulusan UKP sangat penting, keselamatan personel tetap menjadi prioritas tertinggi. Ia menghimbau agar prajurit tidak ragu-ragu namun tetap terukur dalam melaksanakan tes renang dasar ini.

Evaluasi dan Peningkatan Kemampuan

Setelah seluruh rangkaian tes selesai, evaluasi pun dilakukan. Mayor Inf Saroji, selaku Perwira Seksi Latihan (Pasilat) Korem 071/Wijaya Kusuma, menyampaikan hasil pengamatannya. Secara umum, seluruh prajurit dinyatakan mampu dan memenuhi standar penilaian minimum yang ditetapkan oleh TNI Angkatan Darat.

Namun, Mayor Saroji menekankan bahwa "mampu" saja belum cukup. Kemampuan renang militer harus terus ditingkatkan dan dibiasakan. Fisik yang prima tidak didapat secara instan, melainkan melalui latihan yang bertingkat, bertahap, dan berlanjut. Hal ini penting mengingat tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks, termasuk penanggulangan bencana alam seperti banjir yang kerap membutuhkan kemampuan renang mumpuni.

Untuk informasi kegiatan TNI lainnya di wilayah Batang, Anda juga bisa membaca arsip kegiatan sosial di TMMD Sengkuyung Kodim Batang yang menunjukkan kedekatan TNI dengan rakyat.

Permohonan Maaf Kepada Masyarakat

Sebagai bentuk etika dan hubungan baik dengan masyarakat sipil, pihak penyelenggara juga tidak lupa menyampaikan pesan humas. Mayor Inf Saroji menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat umum pengunjung Kolam Renang Karanganyar.

Pelaksanaan ujian renang yang memakan waktu selama 2 hari ini mungkin sedikit mengganggu kenyamanan pengunjung umum yang hendak berenang. "Kami memohon pengertian dari masyarakat Batang, karena kegiatan uji ketrampilan ini merupakan agenda rutin yang sangat penting bagi pembinaan karir dan fisik prajurit, dan hanya dilaksanakan beberapa bulan sekali," pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Kodim 0736/Batang terus berkomitmen membangun postur prajurit yang profesional, tangguh, dan siap ditugaskan dalam segala situasi demi keutuhan NKRI. (Pendim0736/Red).