Rintisan Wisata "Kaliboyo River Tubing": Gerakan Pemuda Tulis Batang Selamatkan Sungai

Daftar Isi

Kondisi sungai di Pulau Jawa kian memprihatinkan akibat pencemaran sampah dan eksploitasi pasir batu (Galian C) yang berlebihan. Namun, harapan itu belum padam. Di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, muncul sebuah gerakan inspiratif dari pemuda Karang Taruna Desa Kaliboyo yang mencoba mengubah wajah sungai menjadi destinasi wisata edukatif: Kaliboyo River Tubing.

Inisiatif ini bukan sekadar tentang rekreasi, melainkan sebuah kampanye lingkungan untuk mengajak masyarakat kembali peduli dan menjaga kebersihan sungai. Berikut dokumentasi uji coba jalur tubing yang dimulai dari Desa Manggis dan berakhir di Jembatan Kaliboyo.

Dokumentasi Uji Coba Jalur Tubing

Pemuda Kaliboyo Bersiap River Tubing
Persiapan tim Karang Taruna sebelum menjajal arus sungai.
Keseruan Menyusuri Sungai Kaliboyo Batang

Foto-foto kegiatan ini didokumentasikan oleh kontributor Instagram @yusuf_fauzianto, yang memperlihatkan semangat gotong royong pemuda dalam membuka potensi wisata baru di desa mereka.

Aksi Susur Sungai Kaliboyo
Jalur Tubing Kaliboyo yang Menantang

Misi: Menyelamatkan Sungai dari Kerusakan

Salah satu pegiat lingkungan setempat, Aryoaji Asmoro, mengungkapkan fakta menarik tentang kondisi Sungai Kaliboyo. Menurutnya, hulu sungai ini sebenarnya tidak terlalu padat penduduk, sehingga potensi air bersih masih ada. Namun, warna air menjadi keruh akibat aktivitas pengambilan pasir dan batu yang masif.

Bahkan, aktivitas Galian C di area ini pernah dihentikan paksa oleh pihak berwenang karena membahayakan struktur Jembatan Kaliboyo dan merugikan petani.

Visi Karang Taruna:
Dengan menjadikan sungai sebagai objek wisata River Tubing, diharapkan masyarakat Desa Kaliboyo, Beji, dan sekitarnya akan merasa memiliki (sense of belonging) dan berhenti membuang sampah di sungai.

Mari Dukung Wisata Lokal!

Pemandangan Alam Sungai Kaliboyo
Semangat Pemuda Batang

Mari kita doakan dan dukung agar rintisan wisata ini segera terealisasi sepenuhnya. Gerakan "Save the River with Your Smile" ini patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Batang.

Jika sungai bersih, wisata akan tumbuh, dan ekonomi warga pun ikut terangkat. Salam Lestari!

Posting Komentar