Tak Tahan "Makan" Debu, Ratusan Warga Nekat Blokir Proyek Tol Batang-Semarang

Daftar Isi

BATANG – Kesabaran warga yang terdampak pembangunan proyek strategis nasional tampaknya sudah mencapai puncaknya. Ratusan warga yang bermukim di sekitar jalur proyek Tol Batang-Semarang melakukan aksi protes keras dengan memblokir akses jalan yang biasa dilalui kendaraan berat proyek.

Aksi blokir jalan ini bukan tanpa alasan. Warga merasa geram karena setiap harinya harus "memakan" debu tebal yang beterbangan akibat mobilitas truk pengangkut tanah uruk (quarry). Kondisi ini dinilai sudah sangat membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Ratusan warga Batang memblokir jalan proyek tol karena polusi debu
Ilustrasi: Warga menuntut kenyamanan lingkungan dari dampak pembangunan.

Tuntutan Warga: Siram Debu atau Stop Operasi!

Dalam aksi tersebut, warga menuntut pihak pelaksana proyek (kontraktor) untuk lebih peduli terhadap dampak lingkungan. Polusi udara yang ditimbulkan saat cuaca panas membuat jarak pandang terbatas dan mengotori rumah-rumah warga di sekitar lokasi.

Salah satu perwakilan warga menegaskan bahwa mereka tidak menghalangi pembangunan nasional, namun meminta adanya tanggung jawab sosial.

"Kami hanya minta penyiraman jalan dilakukan secara rutin dan intensif. Jangan sampai warga yang dikorbankan kesehatannya demi proyek ini. Jika tidak ada realisasi, kami terpaksa menutup akses," ungkap salah satu warga dengan nada tinggi.

Simak berita terkait dampak infrastruktur lainnya di rubrik Berita Batang untuk mengetahui perkembangan terkini.

Respon Pihak Terkait

Aksi blokir yang dilakukan warga ini sempat melumpuhkan aktivitas pengangkutan material tanah untuk sementara waktu. Hal ini memaksa pihak kontraktor dan aparat keamanan setempat untuk turun ke lapangan guna melakukan mediasi.

Warga berharap ada kesepakatan tertulis yang menjamin penyiraman jalan dilakukan sesering mungkin, minimal saat terik matahari menyengat, agar debu tidak beterbangan ke pemukiman penduduk di wilayah Kecamatan Kandeman dan sekitarnya.

Mediasi diharapkan dapat menghasilkan win-win solution, di mana proyek strategis nasional tetap berjalan lancar tanpa mengabaikan hak-hak kesehatan masyarakat sekitar.

Posting Komentar