Puluhan Anggota Poktan Dibantu TNI Membangun Tanggul Penahan Air Rob

Daftar Isi

Batang, 15 Januari 2018 – Musim hujan membawa berkah sekaligus tantangan bagi petani di pesisir Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang. Kenaikan air laut (rob) membuat air asin masuk ke area persawahan sehingga berpotensi mengganggu proses tanam padi dan menyebabkan kerugian bagi petani setempat.

Bakti TNI dan Dukungan Petani

Untuk mengatasi persoalan ini, puluhan anggota Kelompok Tani (Poktan) I dan II bekerja sama dengan personel TNI dari Koramil 10/Batang melakukan kerja bakti membuat tanggul penahan air rob di muara Sungai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan. Tanggul darurat dibuat dengan susunan karung yang diisi tanah untuk menahan masuknya air laut ke area persawahan.

Pendampingan dan partisipasi TNI dalam kegiatan ini bukan hanya sekadar kerja bakti. Hadirnya Babinsa dan anggota Koramil membantu kelompok tani menunjukkan dukungan terhadap program Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai) serta upaya menjaga kestabilan produksi pertanian di wilayah pesisir.

Peran Masyarakat dan TNI

Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 petani dari dua Poktan bersama 7 anggota Koramil 10/Batang di bawah pimpinan Kapten Inf Abdul Mutholib. Camat Batang beserta staf, Kepala Kelurahan Kasepuhan, dan tokoh masyarakat juga ikut hadir untuk mendukung kegiatan gotong royong tersebut.

Menurut Ketua Poktan I dan Ketua Poktan II, upaya membangun tanggul bersama TNI sangat membantu mengurangi dampak rob terhadap sawah mereka. Dengan koordinasi baik antara petani dan TNI, para petani berharap proses tanam padi bisa tetap berjalan lancar meskipun musim hujan masih berlangsung.

Sinergi untuk Ketahanan Pangan Lokal

Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan nyata dari aparat keamanan dan partisipasi masyarakat dapat membangun ketahanan pangan lokal meskipun menghadapi tantangan alam. Kegiatan gotong royong bersama ini diharapkan menjadi contoh sinergi positif antara TNI dan warga dalam menjaga stabilitas pertanian di Batang.

Posting Komentar