Inovasi Serabi Kalibeluk: Strategi Batang Cetak 1.000 Wirausaha Muda
BATANG – Dalam upaya menyukseskan agenda besar Visit Batang Year 2022, peran aktif masyarakat menjadi kunci utama. Salah satu langkah strategis yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Batang adalah memberdayakan generasi muda melalui sektor kuliner tradisional.
Melalui program penciptaan "1.000 Pemuda Desa Berwirausaha", Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menggelar pelatihan khusus pengolahan Serabi Kalibeluk. Kegiatan yang melibatkan peserta dari 15 kecamatan ini dipusatkan di Desa Wisata (Deswita) Pandansari, Kecamatan Warungasem.
Transformasi Kuliner Tradisional Menjadi Produk Modern
Kepala Disparpora, Wahyu Budi Santoso, menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar belajar membuat kue tradisional. Lebih dari itu, tujuannya adalah menanamkan pola pikir bisnis yang komprehensif kepada para pemuda.
“Pelatihan ini dirancang agar masyarakat dapat mempopulerkan Serabi Kalibeluk di wilayah masing-masing dengan sentuhan baru. Kami mendorong terciptanya kreasi rasa dan inovasi produk,” ungkap Wahyu.
Wahyu menambahkan, aspek pengemasan (packaging) menjadi materi vital dalam pelatihan ini. Kemasan yang menarik adalah syarat mutlak agar produk lokal layak bersaing dan menjadi oleh-oleh khas kebanggaan Kabupaten Batang. Dengan demikian, nilai jual produk akan meningkat di mata konsumen.
Menciptakan Duta Wirausaha di Setiap Desa
Output yang diharapkan dari kegiatan ini sangat jelas. Para peserta diproyeksikan menjadi agen perubahan atau duta wirausaha di lingkungannya. Ilmu yang didapat tidak boleh berhenti di satu orang, melainkan harus ditularkan kepada komunitas sekitar, misalnya melalui kegiatan PKK.
“Harapannya, program 1.000 Pemuda Desa ini benar-benar mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang berbasis pada potensi lokal,” tegas Wahyu.
Rencana Tindak Lanjut: Promosi dan Pemasaran
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta, salah satunya Tatik Setyaningsih dari Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal. Ia memandang pelatihan ini sebagai titik awal untuk melahirkan produk kreatif yang bisa diterima pasar yang lebih luas.
Tatik mengungkapkan adanya rencana strategis pasca-pelatihan untuk memperkenalkan wajah baru Serabi Kalibeluk kepada publik.
“Kami bersama Disparpora berencana menggelar promosi kreasi baru Serabi Kalibeluk di Alun-alun Batang. Ini langkah penting agar masyarakat luas tahu inovasi yang kami buat dan tertarik untuk membeli,” ujarnya.
Melalui wawasan yang terbuka, kreativitas tanpa batas, dan semangat inovasi, diharapkan produk kuliner Batang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal ini pada akhirnya akan mempercepat perputaran roda perekonomian daerah.
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar