PR Besar 2026: Armada Sampah Batang Bertambah, Tapi 3 Kecamatan Ini Masih Belum Terlayani
Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten Batang di awal tahun 2026 ini. Meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menambah armada pengangkut, faktanya layanan kebersihan belum bisa dinikmati secara merata oleh seluruh warga Batang.
Berdasarkan data terbaru, dari total 15 kecamatan yang ada, layanan pengangkutan sampah DLH baru mampu menjangkau 12 kecamatan. Artinya, masih ada tiga kecamatan yang "dibiarkan" mengelola sampahnya secara mandiri tanpa sentuhan armada dinas.
Update Armada Kebersihan Batang 2026
Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya mengerahkan puluhan kendaraan untuk menyisir tumpukan sampah di berbagai wilayah. Total kekuatan armada yang dimiliki DLH saat ini berjumlah 23 unit, yang terdiri dari:
- 15 unit Dump Truck
- 4 unit Amroll (Truk Kontainer)
- 4 unit Pick-up
Kabar baiknya, terdapat penambahan satu unit truk baru hasil pengadaan anggaran perubahan tahun 2025. Namun, warga harus sedikit bersabar karena unit tersebut belum bisa beroperasi.
"Kita ada satu pengadaan armada truk baru, tapi belum difungsikan karena menunggu kelengkapan surat resmi. Setelah uji KIR dan STNK keluar di tahun 2026 ini, baru akan kita terjunkan ke lapangan," jelas Rusmanto, Rabu (7/1/2026).
Kendala di Lapangan: Kontainer Rusak & Volume Sampah
Selain masalah jangkauan, DLH juga menghadapi kendala fasilitas pendukung. Beberapa kontainer sampah kini dalam kondisi mangkrak karena rusak parah. Opsi perbaikan (rehab) dinilai tidak ekonomis karena biayanya terlalu tinggi, sehingga efisiensi anggaran menjadi prioritas.
Tantangan semakin berat dengan volume sampah yang terus menggunung. Setiap harinya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menerima pasokan sampah tak kurang dari 90 ton. Angka fantastis ini tidak hanya diangkut oleh truk dinas, tetapi juga dibantu oleh armada sampah desa dan pihak swasta yang bekerja sama (MoU) dengan DLH.
Daftar 3 Kecamatan yang Belum Terlayani
Pekerjaan rumah terbesar bagi Pemkab Batang adalah pemerataan layanan. Rusmanto mengakui secara terbuka bahwa distribusi layanan kebersihan masih "tebang pilih" karena keterbatasan armada. Tiga kecamatan yang saat ini belum ter-cover layanan angkutan DLH adalah:
- Kecamatan Bawang
- Kecamatan Pecalungan
- Kecamatan Wonotunggal
Warga di ketiga wilayah ini masih harus mengandalkan pengelolaan sampah mandiri atau berbasis komunitas desa.
Harapan ke Depan
Masyarakat tentu berharap di tahun 2026 ini, slogan "Batang Bersih" bukan hanya milik wilayah kota atau pantura saja, tetapi juga menyentuh hingga ke pelosok pegunungan seperti Bawang dan sekitarnya. Penambahan armada diharapkan berbanding lurus dengan perluasan jangkauan layanan.
Baca Juga: Bagaimana kondisi lingkungan di daerah Anda? Simak juga liputan kami tentang Isu Lingkungan Hidup di Kabupaten Batang lainnya.

Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar