Tembus Rp7 Triliun! Batang Jadi Primadona Investasi Asing dan Domestik di Jawa Tengah
BATANG – Kabupaten Batang semakin mengukuhkan statusnya sebagai "raksasa ekonomi baru" di jalur Pantai Utara Jawa. Sepanjang tahun fiskal 2025, iklim investasi di wilayah ini menunjukkan performa luar biasa dengan mencatatkan realisasi sebesar Rp7 triliun.
Angka ini tidak hanya fantastis, tetapi juga sukses melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sebelumnya dipatok konservatif di angka Rp6 triliun. Lonjakan arus modal ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi makro daerah.
Geliat kawasan industri di Batang terus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang, Margo Santosa, melalui Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya, Sri Cahyaningrum, mengonfirmasi data tersebut saat ditemui di kantornya, Selasa (20/1/2026).
Dominasi Penanaman Modal Asing (PMA)
Struktur investasi di Batang tahun ini menunjukkan tren menarik di mana kepercayaan investor global (Asing) sangat tinggi dibandingkan investor domestik.
"Capaian gemilang ini didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang menyentuh angka Rp5,14 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) turut berkontribusi solid sebesar Rp1,86 triliun," papar Sri Cahyaningrum.
Dampak multiplier effect dari derasnya aliran modal ini adalah terbukanya lapangan kerja masif. Tercatat, sebanyak 25.633 tenaga kerja lokal berhasil terserap dari berbagai sektor industri sepanjang tahun 2025.
5 Sektor 'Raksasa' Penopang Investasi
Dari total 23 sektor industri yang masuk ke Bumi Alas Roban, terdapat lima sektor unggulan yang menjadi tulang punggung (backbone) investasi daerah:
- Industri Logam Dasar & Barang Logam: Menjadi juara dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp1,2 triliun.
- Properti & Kawasan Industri: Sektor perumahan dan perkantoran menyusul dengan realisasi Rp834 miliar.
- Manufaktur Kulit & Alas Kaki: Mencatatkan investasi Rp750 miliar (dengan serapan 3.201 tenaga kerja).
- Industri Lainnya: Berkontribusi sebesar Rp668,6 miliar.
- Utilitas (Listrik, Gas, Air): Melengkapi lima besar dengan nilai Rp492,4 miliar.
UMKM: Juara Penyerapan Tenaga Kerja
Meski industri padat modal (kapital) menyumbang nilai Rupiah terbesar, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) justru membuktikan diri sebagai pahlawan dalam penyerapan tenaga kerja (padat karya).
Sri Cahyaningrum menjelaskan bahwa meskipun sektor usaha mikro "hanya" mencatatkan realisasi investasi Rp251,4 miliar, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja terbanyak mencapai 12.682 orang, mengungguli daya serap sektor industri besar.
Hingga kini, sistem Online Single Submission (OSS) mencatat keberadaan 688 Usaha Besar di Kabupaten Batang. Dengan infrastruktur yang semakin matang, Batang diprediksi akan terus menjadi destinasi prioritas bagi para pemilik modal di masa depan.
Tags: Investasi Batang 2025, Kawasan Industri Batang, Peluang Bisnis Jawa Tengah, DPMPTSP Batang, Info Ekonomi.
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar