Teror Saat Banjir: Ular Piton 5 Meter Mangsa Ternak di Petodanan Baru, Warga Batang Harap Waspada!
BATANG – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Batang sejak Selasa sore (20/1/2026) tidak hanya memicu genangan banjir di sejumlah titik, tetapi juga membawa ancaman satwa liar yang masuk ke permukiman.
Kepanikan sempat melanda warga Petodanan Baru, Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang. Di tengah kesibukan warga mengamankan barang-barang dari rendaman air banjir pada Selasa malam, seekor ular piton berukuran jumbo tiba-tiba ditemukan bersarang di area rumah warga.
Piton 5 Meter Mangsa Ternak Warga
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim mbatang.com, ular jenis Sanca Kembang (Malayopython reticulatus) tersebut diperkirakan memiliki panjang mencapai 5 meter. Ular tersebut dipergoki pemilik rumah saat sedang memangsa ternak di kandang entok bagian belakang rumah.
Nahas, satu ekor entok milik warga dilaporkan telah dimangsa sebelum ular tersebut berhasil diamankan. Pemilik ternak yang memergoki kejadian tersebut segera meminta bantuan tetangga sekitar. Berkat kesigapan warga, ular besar tersebut akhirnya berhasil ditangkap dan dievakuasi agar tidak membahayakan anak-anak maupun warga lain yang sedang siaga banjir.
Fenomena "Teror" Ular Pasca Hujan di Batang
Kemunculan ular masuk ke permukiman warga di Kabupaten Batang tampaknya semakin marak seiring dengan tingginya curah hujan. Selain insiden di Petodanan Baru, laporan serupa juga datang dari berbagai wilayah lain dalam kurun waktu yang berdekatan:
- Kecamatan Subah: Warga di kawasan Winong Sengon juga melaporkan penangkapan ular yang muncul tepat setelah hujan reda.
- Kecamatan Warungasem: Di lokasi terpisah, warga melihat ular melintas di aliran sungai banjir, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Warungasem.
Sebelumnya, pada bulan Desember lalu, wilayah Desa Terban, Warungasem juga digegerkan dengan penangkapan dua ekor ular piton sekaligus, masing-masing berukuran sekitar 3 meter.
⚠️ Imbauan Waspada bagi Warga Batang
Fenomena ini mengindikasikan bahwa habitat alami ular mungkin terganggu akibat luapan air, memaksa mereka mencari tempat yang lebih kering dan hangat, termasuk kandang ternak dan rumah warga.
Kami mengimbau masyarakat Batang untuk:
- Mengecek area lembab di sekitar rumah (tumpukan kayu, semak, kandang).
- Menutup saluran air atau lubang yang terhubung langsung ke luar rumah.
- Segera lapor ke Damkar atau pawang ular setempat jika menemukan ular berbisa atau berukuran besar. Jangan menangani sendiri jika tidak memiliki keahlian.
Tetap waspada, jaga kebersihan lingkungan, dan utamakan keselamatan keluarga di musim penghujan ini.
Posting Komentar
Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar