Siap-siap! Harga Cabai di Batang Tembus Rp80 Ribu, Pemkab Siapkan Pasar Murah Jelang Ramadan 2026

Daftar Isi

Batang – Menghitung hari menuju bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, nuansa persiapan tidak hanya terasa di masjid-masjid, tetapi juga di dapur-dapur warga Kabupaten Batang. Namun, antusiasme menyambut bulan puasa tahun ini dibayangi oleh kekhawatiran klasik yang selalu berulang: lonjakan harga kebutuhan pokok (sembako).

Menyikapi tren kenaikan harga yang mulai meresahkan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang tidak tinggal diam. Informasi yang dihimpun oleh tim redaksi mbatang.com, Pemkab melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) tengah menyusun skenario mitigasi komprehensif untuk menjaga stabilitas harga.

Pedagang Cabai Pasar Batang

Skenario Operasi Pasar dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Kepala Bagian Perekonomian Setda Batang, Abu Hurairah, menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pangan dengan harga wajar. Salah satu strategi utama yang sedang dimatangkan adalah gelaran Pasar Murah.

Tantangan tahun ini dinilai lebih berat karena Februari 2026 diprediksi masih menjadi puncak musim penghujan, yang berpotensi menghambat jalur distribusi logistik pangan ke pasar-pasar tradisional.

“Diprakirakan saat memasuki bulan Ramadan nanti kita masih berada di musim penghujan dan rawan banjir. Faktor cuaca ini sangat krusial karena bisa memutus rantai pasok. Maka, kami perlu berkoordinasi sangat intensif dengan Bulog, Disperindagkop, dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memastikan komoditas pokok terdistribusi dengan baik,” ujar Abu Hurairah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).

Tren Kenaikan Harga: Cabai Merah "Pedas" Duluan

Kekhawatiran pemerintah bukan tanpa alasan. Berdasarkan pantauan lapangan, grafik harga sejumlah komoditas mulai merangkak naik. Estimasi kenaikan harga saat Ramadan diprediksi bisa mencapai 25 persen dari harga normal, dengan komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah cabai, beras, telur, dan bawang merah.

Di Pasar Batang, Ela, seorang pedagang sayuran senior, membenarkan bahwa "lampu kuning" kenaikan harga sudah menyala. Komoditas yang paling mencolok kenaikannya adalah cabai rawit merah.

“Cabai rawit merah ini naiknya cepat sekali. Semula Rp60 ribu, sekarang sudah tembus Rp80 ribu per kilogram. Cabai rawit biasa dan cabai keriting juga sudah di angka Rp50 ribu,” jelas Ela.

Ia bahkan memprediksi harga bisa menembus angka psikologis Rp100 ribu saat puncak Ramadan nanti. “Perkiraan saya, saat pertengahan Ramadan hingga menjelang Idulfitri, cabai rawit merah bisa sampai Rp100 ribu per kilogram karena permintaan tinggi tapi stok petani sedikit akibat hujan,” tambahnya.

Telur Ayam Mulai Mengintip Kenaikan

Selain cabai, komoditas telur ayam ras juga diprediksi menyusul naik. Tyo, pedagang telur di kios Pasar Batang, mengungkapkan bahwa saat ini harga masih relatif normal di angka Rp28 ribu per kilogram, namun pembeli harus bersiap dengan penyesuaian harga.

“Kemungkinan besar akan terus naik. Kisaran kenaikannya mungkin sampai Rp32 ribu per kilogram. Kenaikan ini biasanya karena permintaan dari pembuat kue lebaran meningkat drastis,” ungkap Tyo.

Jeritan Hati Konsumen: "Pingin Ibadah Tenang"

Dampak fluktuasi harga ini sangat dirasakan oleh ibu rumah tangga. Waryumi, salah satu konsumen di Pasar Batang, berharap pemerintah segera turun tangan agar Ramadan bisa dijalani dengan tenang tanpa pusing memikirkan uang belanja.

“Pinginnya harga diturunkan, atau setidaknya stabil. Karena mau puasa itu makanannya ya harus terjamin, biar kuat ibadahnya. Kalau harganya murah kan kami tenang,” harap Waryumi.

Ia juga menyoroti pengeluaran belanja yang justru membengkak saat puasa. “Di hari biasa saja uang belanja mendekati Rp100 ribu. Bukan tidak mungkin saat Ramadan nanti pengeluaran malah tambah besar. Ya namanya belanja buat buka puasa dan sahur kan tidak bisa dikurangi, malah bertambah ragamnya,” ujarnya.

Baca Juga: Ingin tahu update terbaru seputar harga kebutuhan pokok dan agenda Pemkab Batang lainnya? Kunjungi terus mbatang.com untuk informasi terpercaya.

Posting Komentar