Tradisi Pasar Kembang Cilik: Kemeriahan H-2 Lebaran Khas Batang

Daftar Isi

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, selalu menyajikan pemandangan yang berbeda dan istimewa. Ada sebuah tradisi turun-temurun yang tidak hanya sekadar aktivitas jual beli, melainkan sebuah ritual budaya yang menandakan bahwa hari kemenangan sudah di depan mata. Tradisi tersebut dikenal dengan nama Pasar Kembang Cilik.

Tradisi ini biasanya digelar tepat pada H-2 Lebaran. Jika Anda melintas di sekitar area pasar-pasar tradisional di Batang pada hari tersebut, jangan heran jika melihat lautan manusia memadati jalanan. Mereka bukan sedang berdemo, melainkan sedang "ngalap berkah" ekonomi dan persiapan spiritual menyambut Lebaran.

Suasana Pasar Kembang Cilik Kota Batang
Suasana padat merayap di Pasar Kembang Cilik Batang (Foto: Dok. Batang Berkembang)

Apa Itu Pasar Kembang Cilik?

Pasar Kembang Cilik adalah momen pasar kaget atau pasar tumpah yang terjadi dua hari sebelum Lebaran. Sesuai namanya, komoditas utama yang mendadak membanjiri pasar adalah "Kembang" atau bunga tabur. Bunga-bunga ini—seperti mawar, melati, kenanga, dan kantil—sangat dicari oleh masyarakat untuk keperluan Nyekar atau ziarah kubur, sebuah tradisi sakral masyarakat Jawa untuk mendoakan leluhur sebelum merayakan Lebaran.

Meskipun disebut "Cilik" (Kecil), jangan salah sangka dengan skala keramaiannya. Istilah "Cilik" ini digunakan untuk membedakan dengan puncaknya nanti, yaitu Pasar Kembang Gede yang jatuh pada H-1 Lebaran. Pada H-2 ini, intensitas pembeli sudah mulai membludak, menjadi pemanasan sebelum puncak keramaian esok harinya.

Komoditas yang Diburu Warga

Selain bunga tabur yang menjadi primadona, Pasar Kembang Cilik juga menjadi surga bagi kebutuhan dapur untuk persiapan hidangan Lebaran. Para pedagang musiman atau sering disebut pedagang tiban bermunculan memenuhi bahu jalan, menawarkan berbagai barang dagangan, antara lain:

  • Janur Kuning: Daun kelapa muda ini adalah bahan baku utama membuat selongsong ketupat. Tanpa janur, Lebaran di tanah Jawa terasa kurang lengkap.
  • Ayam Kampung: Permintaan ayam kampung melonjak drastis untuk diolah menjadi Opor Ayam, teman setia ketupat.
  • Bumbu Dapur: Lengkuas, serai, santan, dan cabai menjadi barang yang paling cepat habis.
  • Bunga Sedap Malam: Selain bunga tabur, bunga hias seperti Sedap Malam juga laris manis untuk mengharumkan ruang tamu saat open house.
Penjual Bunga Melati di Batang
Bunga melati segar, komoditas utama yang diburu untuk tradisi nyekar (Foto: Nadya Imuet)

Atmosfer "Dampyak" dan Semangat Warga

Ada istilah lokal yang sering diucapkan warga Batang saat melihat keramaian ini: "Dampyak". Kata ini menggambarkan kondisi kerumunan manusia yang berdesak-desakan, tumpah ruah memenuhi jalan. Foto-foto kiriman anggota komunitas Batang Berkembang menjadi saksi bisu betapa antusiasnya warga.

Di Pasar Sedondong misalnya, sejak pukul 08.45 WIB, kondisi lalu lintas seringkali sudah padat merayap. Tawar-menawar terjadi dengan sengit namun penuh kehangatan. Suara pedagang yang menjajakan dagangan bersahutan dengan klakson motor, menciptakan simfoni khas Lebaran yang dirindukan para perantau.

Bagi para pedagang, momen ini adalah kesempatan emas untuk Mremo (mencari untung lebih di hari raya). Banyak dari mereka adalah petani kecil dari desa sekitar yang sengaja datang membawa hasil bumi demi mencari "sesuap nasi" dan baju baru untuk anak-anak mereka. Semangat inilah yang membuat roda ekonomi kerakyatan di Batang berputar kencang.

Lokasi Titik Keramaian

Pasar Kembang Cilik tidak hanya terpusat di satu titik. Hampir seluruh pasar tradisional di Kabupaten Batang merayakan tradisi ini, namun beberapa titik paling ikonik antara lain:

  1. Pasar Batang Kota: Pusat keramaian utama, meluber hingga ke jalan-jalan penyangga.
  2. Pasar Sedondong: Terkenal dengan pedagang sayur dan bunganya yang segar.
  3. Pasar Bandar & Limpung: Menjadi pusat bagi warga di daerah pegunungan dan timur Batang.
Keramaian Pasar Tradisional Batang
Suasana Pasar Sedondong yang dipadati pembeli pada H-2 Lebaran (Foto: Hendrix Haedar)

Tips Berbelanja di Pasar Kembang Cilik

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi berbelanja di Pasar Kembang Cilik tahun ini, ada beberapa tips agar pengalaman Anda tetap nyaman:

  • Datang Lebih Pagi: Barang-barang segar seperti bunga dan ayam kampung biasanya cepat habis sebelum tengah hari. Datanglah selepas subuh untuk mendapatkan kualitas terbaik.
  • Siapkan Uang Tunai Kecil: Transaksi di sini berlangsung cepat. Membawa uang pas akan sangat membantu pedagang dan mempercepat antrean.
  • Parkir di Tempat Aman: Karena jalanan akan sangat macet, parkirkan kendaraan Anda agak jauh dari titik pasar dan berjalan kakilah.
  • Jaga Barang Bawaan: Di tengah keramaian "dampyak", tetap waspada terhadap dompet dan barang berharga Anda.

Tradisi Pasar Kembang Cilik di Batang adalah bukti nyata kekayaan budaya lokal yang terus lestari. Ini bukan sekadar tentang ekonomi, tapi tentang kebersamaan, memori masa kecil, dan penghormatan kepada leluhur.

Setelah melewati Pasar Kembang Cilik, warga Batang akan bersiap menyambut puncak tradisi yaitu Pasar Kembang Gede yang jatuh pada H-1 Lebaran. Jangan lewatkan keseruannya dan selamat mempersiapkan Hari Raya Idul Fitri!

1 komentar

Silahkan di kritik siapa tau admin salah menulis artikel tentang Kabupaten Batang

Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar
pasar kembang cilik dan gedi merupakan tradisi tahunan di kabupaten batang tiap tahun bnyak banget yg jualan kembang disepanjang jln pantura dan pasar