Menyingkap Misteri Bukit Kedung Boto: Jejak Megalitikum Tersembunyi di Tulis Batang

Daftar Isi

Kabupaten Batang tidak hanya dikenal dengan wisata pantainya, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah yang tersembunyi di balik rimbunnya hutan. Salah satu penemuan yang menarik perhatian adalah situs di Bukit Kedung Boto, yang terletak di Desa Segong, Kecamatan Tulis.

Lokasi ini berada di sekitar kawasan Alas Roban yang legendaris. Berbeda dengan wisata alam biasa, Bukit Kedung Boto menawarkan pemandangan struktur bebatuan berundak yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman Megalitikum (Zaman Batu Besar).


Struktur Punden Berundak dan Tempat Pemujaan

Situs ini memiliki karakteristik unik berupa tumpukan batu yang disusun bertingkat (punden berundak). Struktur semacam ini lazim ditemukan pada situs-situs purbakala sebagai sarana spiritual leluhur.

Di bagian puncak bukit, terdapat area yang diyakini sebagai makam kuno atau altar pemujaan pada masanya. Keberadaan situs ini menjadi bukti bahwa peradaban manusia purba pernah eksis dan berkembang di wilayah Batang.

Situs Batu Kedung Boto yang Terkubur
Kondisi bebatuan situs yang sebagian masih tertimbun tanah (Foto: Sony Mahewal).

Potensi Wisata Sejarah yang Menunggu Sentuhan

Meskipun memiliki nilai historis yang tinggi, situs Bukit Kedung Boto masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Batang. Jika dikelola dengan baik, lokasi ini berpotensi menjadi destinasi Wisata Edukasi Sejarah yang menarik, bersanding dengan wisata alam lainnya.

Bagi Anda pecinta petualangan, mengunjungi situs ini memberikan sensasi tersendiri. Selain belajar sejarah, Anda juga bisa menikmati alam sekitar yang masih asri.


Jangan lupa, Batang juga memiliki banyak destinasi alam memukau lainnya. Setelah menelusuri sejarah, Anda bisa mampir ke Wisata Air Terjun Curug Sijeglong Tersono atau menikmati sejuknya Curug Sibiting di Kembanglangit.

Referensi: Jawa Pos (3 Sept 2012) & Kiriman Sony Mahewal di Grup Facebook Mbangun Batang Yuk.

1 komentar

Silahkan di kritik siapa tau admin salah menulis artikel tentang Kabupaten Batang

Terima Kasih Banyak telah meninggalkan komentar
sayang sekali,padahal bagus kalau jadi aset wisata